Tampak data diri calon dipampang di papan mading TPS FP.

MALANG-KAV.10 Fakultas Pertanian (FP) mendapat kritik pedas terkait pelaksanaan Pemilwa dan PEMIRA yang menjadi ajang tahunan di Universitas Brawijaya. Panitia dinilai tidak cukup siap melayani calon pemilih dengan baik selama penyelenggaraan.

”Panitia tidak mengarahkan. Disuruh langsung duduk, terus disuruh langsung daftar. Nggak tahu deh, daftarnya gimana. Kayak lebih bagus tahun kemarin (panitia, red),” keluh Debora, mahasiswa FP jurusan Agribisnis angkatan 2015 ketika ditemui di dekat bilik suara (5/12).

Irwandi, mahasiswa Agrobisnis 2015 juga mengeluhkan hal yang sama. Dia menyayangkan panitia tidak mencantumkan data rekam jejak (track record) calon Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FP. Padahal, untuk calon PEMIRA yang dipusat saja Curriculum Vitae (CV) para calon ditempel di mading dekat bilik suara.

“Permasalahannya juga ini, sih. CV prestasi (calon, red) nomor 1 ditiadakan. Jadi, prestasti sama track record-nya nggak dicantumkan. Jadi nggak sinkron sama yang di PEMIRA,” kata Irwandi.

Ketua Pelaksana (kapel) Pemilwa FP UB Achmad Khalid tampak terburu-buru dan kebingungan sambil menjelaskan ketika dimintai keterangan lebih lanjut tentang kendala teknis pelaksanaan Pemilwa di FP. Khalid mengatakan bahwa Kapel yang seharusnya bertanggung jawab terhadap Pemilwa FP 2018 mengundurkan diri, sehingga ia kemudian ditunjuk untuk menggantikan posisi kapel Pemilwa.

“Waduh, nggak tahu, mas. Saya juga baru tahu H-2 apa H-3 kalau ketua pelaksananya mengundurkan diri,” ujar Khalid singkat tentang alasan pengunduran diri Kapel Pemilwa FP sebelumnya. (njp/ska/nur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.