Berbagai elemen masyarakat berdoa bersama di depan halaman DPRD Kota Malang. Foto : Fira

MALANG-KAV10 Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AI-MAK) merupakan bentukan dari hasil diskusi dan konsolidasi yang dibuat oleh Malang Corruption Watch (MCW) memulai langkah perdananya kemarin, (6/9) dengan mengadakan acara bertajuk Istighosah dan Doa Bersama Malang Darurat Korupsi. Acara ini diselenggarakan di depan halaman DPRD Kota Malang dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat.

Penanggung Jawab Acara Fausi Wibowo mengungkapkan bahwa acara ini merupakan langkah awal untuk memonitoring dan menanggapi kasus korupsi yang terjadi di Kota Malang. “Istighosah malam ini adalah langkah awal, insya Allah minggu depan kita akan melakukan diskusi dan aksi kembali. Mungkin nantinya ini (aksi, red) akan lebih besar untuk melakukan beberapa tuntutan dan ajakan kepada masyarakat agar turut terlibat,” ungkapnya.

Fausi menambahkan bahwa menciptakan pemerintahan yang bersih dan anti korupsi merupakan goal dari rangkaian acara ini. Hingga saat ini, MCW belum mengajak anggota DPRD yang tidak terkena kasus korupsi untuk ikut dalam aksi dikarenakan KPK masih dalam proses mendalami kasus korupsi tersebut.

Inisiator Acara Suefendi yang sekaligus warga dari Tanjungrejo, Sukun mengungkapkan bahwa ia menginisiasi acara dan mengkomunikasikannya dengan masyarakat yang peduli sebelum akhirnya saling berkompromi dengan MCW untuk mengadakan acara dengan mengundang berbagai organisasi di Malang. Ia sangat berharap jika KPK bertindak tegas dalam mengungkap kasus korupsi di Malang.

“KPK harus tegas, harus sesuai dengan aturan yang ada, KPK tidak boleh menyeleweng kesana dan

menyeleweng kesini. Kerjakan sesuai dengan aturan. Kami masyarakat kota Malang yang didukung aliansi seluruh kampus kota Malang sangat mendukung KPK 100%,” tambahnya.

Salah satu Penggiat Anti Korupsi Imron Rosyadi Hamid mengatakan bahwa acara ini merupakan suatu hal yang baik. “Acara ini merupakan bagian dari cara masyarakat untuk mengingatkan para penyelenggara negara dan pengambil kebijakan agar lebih hati-hati dalam bekerja,” ungkap Mantan Sekretaris Ansor Jatim tersebut. (fir/atw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.