Beberapa sepeda motor berjajar di luar wilayah parkir perpustakaan pusat UB kamis siang (27/9). Foto : Nada

MALANG-KAV.10 Untuk mengatasi kendala sistem pemeriksaan STNK, UB akan memberlakukan kembali sistem kartu parkir yang sempat dihentikan sejak tahun 2016. Segera dijalankan tahun ini, sejumlah 10.000 kartu parkir yang akan digunakan sedang dalam tahap pemesanan. Teknis pemberlakuan dari sistem kartu parkir, rencananya UB akan membagi wilayah menjadi 35 zona parkir.

Kepala Sub Bagian (KASUBAG) Rumah Tangga UB, Mardiyantono menyatakan bahwa teknis pemberlakuan kartu parkir akan ditujukan untuk semua kendaraan yang berdomisili di UB, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Nanti kita beri setiap zona itu ada kartu parkir, in dan out harus menggunakan kartu parkir dan tidak lupa bahwa setiap keluar harus bisa menunjukkan STNK untuk alasan keamanan, bahkan nanti setiap kendaraan akan diberikan stiker UB,” terangnya ketika diwawancarai Senin (24/9).

Ia menambahkan jika nanti di setiap zona parkir akan dipasang papan dengan warna berbeda untuk setiap zonanya, yang berisi tentang sistem operasional parkir. “jadi ketika kendaraan masuk, pemberian kartu parkir akan disesuaikan dengan warna zona tersebut sehingga tidak akan ada kecurangan dari pemakai kendaraan”.

Untuk merealisasikan sistem tersebut pihak UB telah berkoordinasi dengan pihak yang berwenang, pihak keamanan yakni Markas Komando (MAKO) UB serta petugas parkir.

“Segera setelah kartu parkir jadi akan kita distribusikan ke petugas parkir. Kemudian untuk stiker UB kita akan koordinasi dengan pihak fakultas, berapa jumlah mahasiswa yang menggunakan fasilitas kendaraan, ”pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut petugas parkir UB, Budi menjelaskan alasan sempat diberhentikannya sistem kartu parkir karena adanya penyesuaian jumlah kartu yang dikeluarkan dengan jumlah kartu yang kembali secara terus menerus serta kurangnya jumlah personil petugas parkir.

“Dulu kalau pakai kartu parkir saya kira tidak efektif karena banyak yang hilang, kadang-kadang kan mahasiswa sering teledor, kunci aja banyak yang ketinggalan apalagi kartu seperti tadi kan disepelekan. Untuk kendala teknisnya kekurangan jumlah personil dari petugas parkir itu sendiri,” terangnya.

Ia menghimbau apabila kartu parkir akan diberlakukan kembali, diharapkan agar kesadaran dari mahasiswa untuk lebih bertanggungjawab dan menaati peraturan yang telah ditetapkan. (nad/sad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.