Kondisi gerbang veteran utama tidak diberlakukan pengecekan STNK oleh pihak keamanan UB siang ini (10/9). Foto: Nada

MALANG-KAV.10 Sempat menggunakan sistem kartu parkir sebelum tahun 2016, kini sistem pemeriksaan STNK diberlakukan demi menjaga keamanan UB. Namun penerapan sistem yang mulai aktif diberlakukan lagi baru-baru ini dinilai kurang efektif. Hal ini dikarenakan sistem tersebut tidak bisa dijalankan secara konsisten.

Komandan Satuan Pengamanan UB, Syambodo Rachman menyatakan alasan kurang konsistensinya penerapan sistem tersebut dikarenakan kuantitas volume kendaraan yang terlalu padat melintasi kawasan UB.

“Dalam pengecekan STNK itu kita juga melihat situasi dan kondisi jam-jam rawan saja. Kita pernah menerapkan cek secara full sehingga terjadi kemacetan yang sangat panjang sekali, pernah itu mulai sore sampai malam jam tujuh. Jadi pengecekan tidak secara full 8 jam, kalau anggota ngecek 8 jam itu pasti ya lelah juga,” ujarnya ketika diwawancarai Jumat (7/9).

Untuk mengatasi kurangnya efektivitas sistem tersebut, ia menyebutkan UB akan kembali memberlakukan sistem parkir dalam waktu dekat. Sistem ini sebelumnya sempat terhenti karena adanya pengurangan jumlah juru parkir. “Pastinya ada sosialisasi untuk mahasiswa, karyawan maupun tamu agar mereka paham dulu mengenai sosialisasi itu,” tambahnya.

Sepakat dengan hal tersebut, anggota kemanan MAKO UB Suwandi mengatakan jika  kurangnya efektivitas sistem pemeriksaan STNK juga dikarenakan jumlah personil yang bertugas tidak sebanding dengan jumlah kendaraan bermotor yang keluar dari UB.

“Mungkin kalau lebih enaknya itu dicek di lokasi, misalkan di lokasi parkir Fakultas A. Kan kalau kita ngecek disini kebanyakan ya orang umum, bukan mahasiswa sini juga. Kalau seandainya dari pihak satpam fakultasnya saling membantu kan lebih enak, “ terangnya ketika bertugas menjaga di Gerbang Veteran BNI.

Yuni Widyastutik selaku mahasiswa yang menggunakan kendaraan bermotor juga menilai jika pemeriksaan STNK tidak mempermudah mahasiswa dan sering menimbulkan kemacetan.

“Menurut aku sendiri kurang efektif  Kalau pengecekan gak teratur. Misalkan siang dicek, sorenya enggak, kadang malah waktu rame ramenya kendaraan malah dicek, jadinya macet.  Bingungnya kita nggak bisa prepare, harus nyiapin STNK apa nggak, kadang sih kayak gitu,” tutur mahasiswa yang biasa melewati gerbang veteran. (nad/ter/lnf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.