Korupsi Jamaah DPRD, MCW Ajak Warga Malang Bersikap

0
5
Suasana diskusi dan konsolidasi di Sekretariat MCW Selasa kemarin (4/9). Foto: Nuris

MALANG-KAV.10 Menanggapi penetapan tersangka 41 anggota DPRD Kota Malang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Malang Corruption Watch (MCW) menggelar diskusi dan konsolidasi di Sekretariat MCW kemarin (4/9). Puluhan mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat Kota Malang turut hadir dan menyatakan sikap.

Kepala Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan MCW, Bintang menuturkan perkembangan kasus korupsi ini menunjukkan tanda kronisnya integritas pejabat pemerintahan Kota Malang. “MCW sendiri mendorong KPK untuk mengembangkan perkara terkait dugaan suap APBD 2015 ini, agar menangkap dan meminta pertanggungjawaban secara hukum orang-orang atau oknum yang terlibat termasuk aktor-aktor intelektual ketika KPK memiliki alat-alat bukti yang sah,” tuturnya.

Bintang mengungkapkan, proses birokrasi dan pemerintahan Kota Malang jelas akan terganggu sebab dalam waktu dekat terdapat beberapa pembahasan strategis yang membutuhkan kehadiran anggota dewan. “Salah satunya kan ini sudah September, sudah waktunya membahas berkaitan dengan APBD 2019, kan itu harus memenuhi kuota forum, otomatis bakal lumpuh,” komentarnya.

MCW berupaya mengajak dan menggerakkan masyarakat untuk ikut mengawal dan memerangi korupsi. Korupsi menurut Bintang seharusnya tidak dilihat sebagai ranah elitis bahwa hanya penegak hukum saja yang ikut serta dalam penanggulangan korupsi, namun masyarakat harus ikut terlibat.

“Kita harapkan gerakan yang terbentuk nanti akan bersifat berkelanjutan untuk mengawal isu korupsi di Malang Raya. Kita juga dorong partai politik untuk melakukan proses Penggantian Antar Waktu (PAW) terhadap kader partainya yang menjadi tersangka agar proses birokrasi tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Ketua Forum Mahasiswa Hukum Peduli Keadilan (FORMAH-PK), Iqbal Fajar Iman mengungkapkan kasus ini sebagai kemirisan di tengah carut-marut birokrasi dan kesenjangan sosial di Kota Malang. “Yang jelas prestasi terhebat buat para anggota legislatif yang duduk di gedung DPRD Kota Malang, dari 45 tersisa 41 itu kan suatu prestasi yang luar biasa dalam tanda petik,” komentarnya sinis.

Iqbal juga mengajak seluruh elemen masyarakat terutama sesama mahasiswa untuk ikut bergerak mengawal korupsi dengan cara peduli. “Pertama harus tahu dulu apa sih permasalahannya, dari situ akan muncul rasa peduli dan akan muncul tindakan bersama untuk menanggapi kasus yang luar biasa ini,” tuturnya.

Berbagai elemen mahasiswa serta masyarakat yang hadir dalam diskusi dan konsolidasi ini bersepakat menamakan diri Aliansi Masyarakat Anti Korupsi. Mereka berencana menggelar berbagai kegiatan lanjutan untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat serta menyatukan sikap terkait gawatnya kasus korupsi di Kota Malang. (nur/odp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.