MALANG KAV.10 “Paling kesulitannya fasilitas disini masih kurang untuk orang-orang seperti saya,” ujar Savira Khusbandiah maba berkebutuhan khusus Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dalam wawancara pada  PKK Maba FMIPA 2018 di Gedung Graha Saintika FMIPA (16/08). Savira juga menambahkan meski fasilitas untuk mahasiwa berkebutuhan khusus dirasanya masih kurang namun ia cukup senang dengan penanganan panitia yang sudah cukup baik.

“Awalnya takut tapi akhirnya senang karena dari kakak-kakak panitianya baik-baik dan sangat membantu, tadi aja aku digotong dari bawah kesini, aku dibantu juga voluntir dari PSLD,” jelas maba Jurusan Statistika ini.

Sementara itu salah seorang voluntir dari Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) UB menuturkan masalah kurangnya fasilitas untuk mahasiswa berkebutuhan khusus di FMIPA memang menjadi kesulitan tersendiri untuk penanganan mahasiswa berkebuthan khusus. “Ini kan nanti berkepanjangan untuk kuliahnya dia, kalau akses kurang pasti akan kesulitan, apalagi kalau voluntirnya perempuan kan nggak bisa ngangkat. Jadi kalau akses kurang pasti sulit untuk dianya dan voluntirnya juga,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut Ketua Pelaksana PKK Maba FMIPA Yuda Alldiansyah mengakui memang fasilistas di FMIPA untuk mahasiswa berkebutuhan khusus masih belum ada namun panitia akan secara maksimal memfasilitasi dan membantu mahasiswa baru berkebutuhan khusus untuk tetap mengikuti PKK Maba FMIPA. “Kemarin dari bawah kesini kita gendong, karena untuk penggunaan tandu juga tidak memungkinkan,” ujar Yuda.

Yuda juga menambahkan bahwa dari pihak Dekanat FMIPA telah mengajukan permohonan ke Rektorat supaya ada penambahan fasilitas untuk mahasiswa berkebutuhan khusus di FMIPA. “Takutnya kalau tidak ada fasilitas khusus mereka mendapat perlakuan yang tidak semestinnya,” pungkas Mahasiswa Jurusan Kimia 2016 ini. (nh/lia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.