MALANG-KAV.10 Susi Pudjiastuti selaku Menteri Kelautan dan Perikanan RI memberikan materi mengenai topik kelautan perikanan kepada mahasiswa baru 2018 di Gedung Samantha Krida. Dia mengungkapkan penenggelaman 383 kapal penangkap ikan secara ilegal di wilayah laut Indonesia. Menteri Susi menjadi pemateri dalam acara PK2MU pada jam 10.00 WIB di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melakukan penandatanganan kontrak kerjasama antara Universitas Brawijaya dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani Ar., MS. dengan, di Gedung Samantha Krida.

“Luar biasa.” Begitulah sapaan Susi Pudjiastuti yang membuat peserta PK2MU berteriak semangat. Setelah selama tiga hari Susi Pudjiastuti memberikan materi di tiga universitas. Berakhir di Universitas Brawijaya dengan membawakan sebuah topik mengenai kelautan dan perikanan di Indonesia. Menurutnya kesejahteraan Indonesia seharusnya berasal dari kehidupan laut. Karena laut di Indonesia jauh lebih luas dibandingkan dengan daratannya.

“Mestinya kita dapat kesejahteraan dari laut. Kehidupan dari laut. Laut menjadi masa depan bangsa. Tapi kita sebagai orang Indonesia tidak bisa menikmatinya. Banyak pencuri ikan dari negara tetangga,” ujarnya.

Susi juga menjelaskan mengenai Deklarasi Djuanda 1957 yang menjadi awal bagi kehidupan laut di Indonesia sekarang ini. Sebelum adanya deklarasi ini laut yang dimiliki kontingen Indonesia hanya seluas 3 mil. Menurutnya hal ini bisa memecah NKRI karena wilayah Indonesia dibatasi dengan adanya laut internasional. Namun, dengan pencetusan Deklarasi Djuanda membuat pulau-pulau kecil di Indonesia dapat disatukan. United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) juga mengakui Exclusive Ekonomi Zona (EEZ) Indonesia yang awalnya 3 mil menjadi 200 mil.

Seperti biasa, Susi Pudjiastuti juga mengatakan dengan gamblang mengenai penenggelaman kapal yang menangkap ikan secara ilegal di wilayah laut Indonesia. Dia bersama satuan gabungan yang lain sampai detik ini sudah menenggelamkan kapal pencuri ilegal sebanyak 383 kapal. Penenggelaman ini sudah mendapat persetujuan resmi dari Presiden RI, Joko Widodo. Menurutnya kapal-kapal ilegal itu memang pantas untuk ditenggelamkan.

“Dulu mencuri ikan, sekarang menjadi rumah ikan,” ujarnya yang mengundang tawa seluruh peserta PK2MU Raja Brawijaya 2018.

Di akhir materi, Menteri Kelautan dan Perikanan ini juga memberikan bekal kepada mahasiswa baru 2018. Pesan tersebut diharapkan nantinya dapat membuat mahasiswa baru menjadi manusia-manusia yang berguna.

“Jaga kejujuran dan integritas. Karena ini will make you different. Kita punya banyak orang hebat, pintar, dan berbakat. Namun, tidak banyak yang punya kehebatan begitu bicara tentang integritas,” ujarnya. (ken/dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.