(Ilustrasi: Oka)

“Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali”

―Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno

Perkenalkan kami Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UAPKM) Universitas Brawijaya yang lazim disebut Kavling10. Kami tidak muncul sekadar sebagai angin lewat belaka dalam momentum ospek atau pengenalan kehidupan kampus. Juga tidak muncul untuk mencari perhatian kawan-kawan mahasiswa baru. Tetapi kami memiliki misi suci yang mulia yakni memberikan informasi kepada khalayak dengan menerbitkan Buletin Jurnal Ospek selama rangkaian kegiatan ini berlangsung. Kami meyakini akses informasi terkait keberlangsungan ospek tidak seharusnya ditutup-tutupi.

Aktivitas tulis menulis tidak hanya sekadar mengabdikan karya, tetapi mampu memberikan pengaruh bagi lingkungan sekitar. Harian Rakyat, Kompas, Tempo, Tirto dan media jurnalis k lain termasuk Lembaga Pers Mahasiswa berusaha memanifestasikan harapan untuk membentuk manusia yang mampu berpikir kritis dan merdeka.

35 tahun lamanya kami eksis dalam kepenulisan jurnalistik mahasiswa. Memilih jalan kepenulisan sebagai misi bukan berarti menandakan kami merasa ciut dan tak mampu menyampaikan pendapat dengan berorasi layaknya singa podium. Kami ada di barisan masyarakat yang memimpikan suatu saat jalan demokrasi yang diambil pendiri bangsa akan mengantarkan negeri tercinta ini pada kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya. Berkontribusi lewat menulis adalah salah satu kendaraan yang kami percaya akan membawa kita kesana.

Lewat menulis, nalar dan daya kritis terasah dan tak jarang berkat membaca sebuah tulisan, kita mampu terpingkal-pingkal, marah, merenung. Bahkan tulisan mampu menjadi alat membangkitkan militansi, membuat penakut jadi berani, membuat kuat manusia yang lemah. Sadar atau tidak, rangkaian kata-kata memang mampu memberi kekuatan magis dalam hal-hal ini.

Berkaitan konteks diatas, tentu kita akan menakar diri tentang bagaimana untuk menjadi seseorang yang berpikir kritis dan inovatif. Secara historis kontribusi pemuda menjadi bagian yang tak dapat dipisahkan dari negara, karena memiliki peran yang begitu besar terhadap perkembangan bangsa Indonesia. Dengan memahami problematika di lingkungan sekitar merupakan hal mungil yang dapat mengantarkan menjadi pribadi yang kritis. Akan tetapi berpikir kritis bisa diimbangi dengan inovasi-inovasi yang mampu memahami problematika sekaligus menemukan solusi tepat untuk menyelesaikan. Melakukan aktivitas menulis dengan selalu mencari kebenaran-kebanaran misalnya.

Memberikan informasi kepada masyarakat menjadi hal yang mudah untuk dilakukan. Karena keberadaan mahasiswa menjadi bagian dari sebuah harapan kecil masyarakat untuk dapat merubah kondisi bangsa dan menjadi penerus bangsa. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk kemaslahatan bersama yakni memberikan dan mendapatkan informasi yang sebenarnya terjadi.

Kita mengetahui amanat konstitusi cita-cita bangsa Indonesia sudah jelas, yakni mewujudkan suatu negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Tetapi apakah kita sebagai pemuda sudah mengambil langkah untuk menyelesaikan problematika? Jangan takut untuk mengungkapkan kebenaran lewat menulis. Menjadi bagian dari pers mahasiswa adalah langkah mungil untuk mampu menghadapi problematika dan memperbaiki keadaan dilingkungan sekitar.

Bung Karno mengatakan apabila dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun. Maka kalau kita sepakat atas harapan menghidupkan demokrasi negara ini dengan sebaik-baiknya, mari gemakan suara soal kebenaran. Kalau takut bicara, mari  lantangkan lewat tulisan.

Mudah-mudahan risalah yang ditulis secara tergesa-gesa dan dalam keadaan serba sulit ini akan memberikan manfaat kepada mahasiswa, dosen dan masyarakat Indonesia raya!

Andika P. Y. Sitorus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.