Suasana Sarasehan Rimba Terakhir: Sendi Bercerita di Lapangan Bumi Perkemahan Wisata Edukasi Terpadu Desa Adat Sendi, Pacet, Kab. Mojokerto. (17/8) Foto: Nuris

KAB. MOJOKERTO-KAV.10 Warga Desa Adat Sendi bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Timur menggelar festival Rimba Terakhir: Sendi Bercerita di lapangan Bumi Perkemahan Wisata Edukasi Terpadu Sendi, Kec. Pacet, Kab. Mojokerto (17/8). Gelaran ini ditujukan untuk mengampanyekan perjuangan masyarakat Sendi dalam mendapatkan pengakuan dan perlindungan.

“Melalui Sendi Bercerita, kami mengabarkan pada publik bahwa ada desa adat di Mojokerto bernama Sendi, selama ini berjuang mendapatkan pengakuan negara atas eksistensinya yang sudah terbukti berhasil mengelola hutan lestari,” ujar Ketua Dewan Daerah WALHI Jatim Ridho Saipul dalam Sarasehan berjuang mendapatkan pengakuan negara atas eksistensinya yang sudah terbuktSendi Bercerita.

Ki Demang (Kepala Desa Adat) Sendi, Pardi dalam Sarasehan juga menceritakan bagaimana awal upaya reclaiming yang dilakukan warga sejak tahun 2000. Warga keturunan penduduk asli Sendi melalui Forum Perjuangan Rakyat (FPR) kemudian berupaya mendapatkan pengakuan kembali desa ini, yang hingga kini belum mendapatkan dasar hukum kuat sebagai desa administratif maupun desa adat. Pada 1 Agustus lalu, warga Sendi juga sempat mendatangi DPRD Kab. Mojokerto dengan membawa sejumlah dokumen pendukung penetapan desa adat.

“Rimba Terakhir itu ada hubungannya dengan menjaga alam kita dan manunggal masyarakat jangan sampai masyarakat ini tidak ada energinya. Kalau Rimba Terakhir ini tidak ditegaskan, alam kita hancur, energi masyarakatnya hilang. Kalau bicara ekonomi, harapannya hutannya subur rakyatnya makmur,” ungkap Pardi.

Pagelaran ini sebelumnya diisi dengan upacara kemerdekaan pada pagi hari, yang kemudian dilanjutkan pertunjukan musik dan seni dari beberapa seniman lokal seperti Teater Celoteh, Suar Marabahaya, Espona, Pagi Tadi, hingga ditutup kolaborasi Sisir Tanah dan Iksan Skuter. Beratapkan panggung sederhana yang terbuat dari bambu, para pengisi acara menghibur penonton yang duduk bersila beralaskan rumput. (nur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.