MALANG-KAV.10 Bertepatan dengan acara PKK Maba Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB berlangsung di Gedung B dan C rabu pagi (15/08) memberikan penugasan pada maba berupa resume bertema ekonomi, politik, budaya dan pahlawan di era globalisasi.

Menurut kepala pelaksana PKK Maba FISIP Muhammad Reza Rivaldi, tema penugasan tersebut sudah diputuskan melalui rapat bersama koordinator acara, sesuai dengan permintaan Wakil Dekan III. “Sesuai dengan permintaan wadek (wakil dekan,red) tiga fenomena globalisasi yang memiliki dampak yang besar terhadap masyarakat Indonesia karena dapat mengakses informasi yang sangat luas, sehingga dengan penugasan ini maba diharapkan bisa lebih peduli terhadap sekitarnya dan berjiwa nasional,” tutur Reza.

Reza juga menambahkan bahwa tema globalisasi ini berorientasi pada masalah kebudayaan. “Globalisasi yang dimaksud adalah budaya, sehingga maba tidak mudah terpengaruh paham-paham yang dapat memudarkan identitas bangsa yang nasionalis, ini juga sebagai pemicu untuk membangkitkan rasa cinta tanah air,” tambah Reza.

Reza menjelaskan penugasan tersebut juga digunakan panitia sebagai curah pikiran maba untuk mematangkan diri menghadapi tugas yang lebih berat. “Maba diminta membuat resume tujuannya ketika diberi tugas-tugas berat teman-teman maba sudah siap dan paham,” ujarnya. 

Harapannya dengan menyelesaikan berbagai bentuk penugasan dan rangkaian PKK Maba FISIP ini. Maba dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan berguna bagi bangsa. “Saya berharap maba menjadi lebih peduli dengan lingkungan sekitar, mempunyai jiwa cinta tanah air sekaligus dapat membawa bangsa menjadi lebih baik,” ungkap Reza.

Bimo Nur Muhammad mahasiswa Hubungan Internasional 2018 mengatakan penugasan PKK Maba ini menantang baginya. Ia membuat resume dari berbagai sumber seperti jurnal, skripsi senior-senior FISIP. Salah satu judul sumbernya yaitu “Tan Malaka Manifestasi Dalam Perjuangan Bangsa Indonesia”. Dia juga merasa tugas resume ini bermanfaat. “Lebih menambah wawasan dan membuat pikiran saya terbuka. Seperti Tan Malaka adalah bapak Bangsa, tetapi jarang generasi muda yang mengetahui beliau,” jelas Bimo.(trk/sad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.