Pemateri PKK Maba FP Tekankan Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan

0
2

MALANG-KAV.10 Kepala Jurusan Sosial Ekonomi Mangku Purwono menjadi pemateri di hari kedua PKK Maba Fakultas Pertanian (FP) UB bertempat di Gazebo Raden Wijaya (16/8). Ia menyampaikan materi mengenai peran mahasiswa dalam organisasi dari masa ke masa baik organisasi intra maupun ekstra kampus. Saat menyampaikan materi ia mengungkapkan bahwa masa orde baru (orba) merupakan masa paling kejam.

Salah satu maba program studi Agribisnis Maulana mempertanyakan apa yang disampaikan Mangku pada saat sesi tanya jawab. Menurutnya, masa orba bukanlah masa yang kejam karena pada masa itu Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dapat diminimalisir dan tingkat premanisme sangat kecil. “Kenapa masa orba disebut sebagai masa paling kejam? Padahal dari apa yang pernah saya baca, orba adalah masa yang paling aman,” tanyanya.

Menurut Mangku disebut masa paling kejam karena kesulitan bahkan tidak bisa mencari pekerjaan, koneksi sesuatu yang sangat dibutuhkan dan penting saat orba. “Jika tidak punya saudara, kita akan sulit dapat kerja. Sepertinya ini juga dirasakan sampai sekarang,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pendidikan tidak memperoleh perhatian lebih pada masa orba. Bahkan kebijakan negara bukan untuk pendidikan. Setelah perjuangan mahasiswa pada masa reformasi sebanyak 20% anggaran dana diberikan untuk pendidikan. Mahasiswa merupakan tokoh perubahan dari masa sebelum kemerdekaan, setelah kemerdekaan, bahkan reformasi.

Mangku kemudian berpesan bahwa sebagai mahasiswa kita harus tetap kritis berorganisasi, manajemen diri dengan baik, dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kehidupan. “Pesan saya adalah operasional dan kelola kemampuan diri,” ungkapnya. (ken/atw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.