(Ilustrasi: Oka)

Mahasiswa sebagai kaum intelektual pada sejarahnya mampu meruntuhkan rezim yang berkuasa. Pergerakan mereka salah satunya dimotori adanya ideologi sebagai landasan berpikir, bertindak serta berperilaku. Secara umum pengertian ideologi adalah suatu kumpulan gagasan, ide-ide dasar, keyakinan serta kepercayaan yang bersifat sistematis dengan arah dan tujuan yang hendak dicapai dalam kehidupan nasional suatu bangsa dan negara untuk kebaikan orang banyak.

Berkaitan dengan konteks tersebut, mahasiswa harus sadar akan pentingnya berideologi. Ideologi menawarkan cara pandang yang berbudaya, bermoral, dan nilai-nilai perjuangan yang nantinya mesti diwujudkan pula dalam tindakan. Ideologi menentukan arah pijakan mana kita semestinya berada. Sebagai generasi pembaharu, mahasiswa dituntut untuk menyelesaikan problematika di lingkungan sekitar, serta problematika berbangsa dan bernegara.

Mata Najwa sempat menulis sajak yang mengirim pesan bagi para pemuda untuk berani mengambil sikap dalam berbagai persoalan, berani menentukan keberpihakan: Beranilah mengambil pendirian dalam banyak persoalan, anak muda kok sudah hobi cari aman dengan bersikap netral-netralan. Tinjulah kemapanan dengan kepalan tangan, lawanlah kejumudan dengan kenekatan perbuat terobosan.

Jalan yang bisa ditempuh salah satunya dengan berorganisasi. Jika ideologi menawarkan cara
pandang, berorganisasi memberi jalan bagi kita untuk mewujudkannya dalam implementasi. Organisasi mewadahi mahasiswa bakat, minat dan potensi yang dilaksanakan dalam berbagai aktivitas. Pilihan organisasi kalian nantinya menentukan pada sisi mana kesibukan kalian membawa manfaat, pada masyarakat atau hanya pada diri sendiri.

Mahasiswa yang memiliki peran agen perubahan dituntut untuk peduli, sadar dan merasakan kondisi nyata masyarakatnya yang sedang mengalami krisis multidimensional, serta mengekspresikan rasa empatinya tersebut dalam suatu aksi. Ketika meyakini kebenaran, mahasiswa sejati akan memberi secara ikhlas tanpa pamrih, berjuang sepenuh hati dan jiwa mereka. Daya analisis yang kuat didukung dengan spesialisasi keilmuan yang dipelajari menjadikan kekritisan mereka berbasis intelektual dan landasan ideologi.

Kesadaran akan pentingnya peran mahasiswa seringkali dianggap sebagai jembatan nurani
masyarakat yang mampu mewakili aspirasi masyarakat. Dari segi akademis, mahasiswa memiliki tuntutan untuk belajar. Akan tetapi tidak semua hal bisa dipelajari dalam ruang perkuliahan saja. Sangat banyak hak yang harus dipelajari diluar itu semua, salah satunya ialah organisasi.

Banyak hal yang akan didapatkan di organisasi dan menjadi aktivis mahasiswa dari aspek kepemimpinan, manajemen organisasi, jaringan dan mengaplikasikan ilmu yang didapatkan di tempat perkuliahan. Hingga mampu membantu menyelesaikan problematika. Misalnya ikut mengontrol kinerja pemerintahan lewat aksi maupun memberikan informasi terkait
suatu fenomena kepada masyarakat atau bahkan turun langsung mengadvokasi masyarakat yang mengalami ketertindasan.

Selain sebagai tenaga penggerak bagi diri sendiri, ideologi juga dijadikan pegangan, pedoman, serta pemersatu nusa dan bangsa dalam usaha memperjuangkan dan menyempurnakan kemerdekaan negara. Tanpa ideologi, kehidupan akan kehilangan makna dan nilai.

Andika P. Y. Sitorus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.