MALANG-KAV.10 Ada hal yang menarik dari kepulangan maba. Kemarin (15/08), Maba Fakultas Hukum (FH) UB dipulangkan, saat korlap memobilisasi maba dengan menggunakan pola aksi seperti simpul manusia. Dua banjar maba Laki-laki berbaris di kiri-kanan dan maba perempuan berada ditengahnya.  Sedangkan maba laki-lakinya satu sama lain bergandengan tangan dengan posisi menghadap kedepan. Maba dimobilisasi sampai gerbang Veteran dan Panjaitan UB dengan posisi tersebut.

Ketika dikonfirmasi pada hari kedua (16/08), alasan Daniel Alexander Siagian selaku pernyataan Koordinator Lapangan Internal FH terkait mobilisasi tersebut yaitu untuk melindungi maba-maba dari gesekan pihak luar. Dengan posisi tersebut terlihat esensinya laki-laki bertugas melindungi perempuan, “Maksud dari simpul manusia itu adalah ketika semisal maba ini bergesekan sama organisasi luar,” tegas Daniel.

Salah satu Maba FH 2018 sepakat terkait esensi dari mobilisasi tersebut. ”Kalau menurut saya bagus aja sih, soalnya kan biasanya cowok untuk melindungi cewek,” ujarnya. Selain itu, Maba FH yang lain Komagus Benny menjelaskan bahwa maba perempuan maupun laki-laki tidak terganggu dengan posisi seperti ini, “Enggak terganggu sama sekali, malah bisa menyatukan angkatan kami,” tegasnya.

Penggunaan simpul manusia ini awalnya diyakini sebagai langkah panitia untuk menolak selebaran selama di dalam kampus. Tetapi hal itu disanggah oleh Daniel, “Masalah mengambil atau tidaknya itu adalah kebebasan kalian. Sudah saya bilang itu kemerdekaan kalian kawan-kawan, itu adalah hak kalian untuk menerima informasi. Sudah dijamin secara Hak Asasi Manusia” paparnya. (spt/odp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.