MALANG-KAV.10 Pelaksanaan PKK MABA FISIP hari kedua yang digelar di Gedung B dan C penuh dengan nuansa nasionalisme (16/8). Wakil Dekan III FISIP Akhmad Muwafiq mengatakan penugasan esai bertema toleransi, demokrasi dan perdagangan bebas dimaksudkan untuk mencegah radikalisme dan menumbuhkan jiwa nasionalisme pada maba. Pemilihan tema ini juga dalam rangka peringatan kemerdekaan yang jatuh pada esok hari.

“Tema besar kita sebenarnya ada dua, nasionalisme dan penangkalan radikalisme, yang menjadi persoalan dua ini salah satunya bisa jadi adanya sikap toleransi dan intoleransi, dimana toleransi membuat masyarakat menerima keberagaman, sedangkan intoleransi dapat menyebabkan tumbuhnya sikap ekstremis yang berujung pada tindak radikalisme,” jelasnya.

Ia mengharapkan PKK MABA ini bisa menumbuhkan lulusan yang berguna dan berkontribusi bagi bangsa. “Kita membangun maba kita menjadi lebih nasionalis, berjiwa patriotik, bersedia hidup dalam keberagaman perbedaan Bhinneka Tunggal Ika, sehingga tidak menimbulkan sikap ekstremis menjadi radikalisme,” ungkapnya.

Menurutnya tema tersebut relevan ketika melihat fenomena generasi millenial yang selalu bersentuhan dengan media sosial dan menerima banyak informasi tapi terkadang tidak mampu menyaring informasi. ”Zaman milenial ini dicirikan dengan kekuatan dan kekuasaan media sosial , kita tidak tahu dan seringkali lemah literasi di media sosial,” ujarnya.

Maba FISIP Jurusan Ilmu Politik 2018 Ulul Azmi Septi Dian bercerita tugas esai demokrasi cukup mudah dikerjakan karena sempat dipelajari ketika SMA. “Berkat tugas ini pikiran jadi lebih terbuka karena demokrasi memudahkan kita mengajukan pendapat karena diatur dalam pasal 28,” tuturnya. (trk/nur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.