MALANG-KAV.10 Rangkaian acara PKK Maba Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) mengharuskan maba mengenakan seragam hitam putih hingga Oktober 2018. Penggunaan seragam itu dirasa tidak mempengaruhi kegiatan belajar mengajar yang dilakukan selama satu semester. “Esensinya biar menyeragamkan dulu aja. Karena mereka maba sih dan masih dalam rangkaian ospek jadi memang kaya gitu,” ujar Sekretaris Pelaksana PKK Maba FIA Dimas Rizky Dwi Sandiana saat ditemui hari ini (16/8).

Namun, Maba Jurusan Administrasi Pariwisata Jonathan Josept mengomentari aturan mengenai seragam putih hitam yang diberlakukan kurang tepat karena tidak ada keterkaitan dengan proses belajar mengajar di kampus. “Menurut saya malah merepotkan, kak,” ujarnya.

Menurut Koordinator E-Crew Anisa Nur Fitriah, esensi penyeragaman itu untuk memudahkan pengontrolan mahasiswa baru. “Karena kita kan punya tanggung jawab akan mahasiswa baru selama rangkaian PKK Maba berlangsung,” ujarnya.

Aturan lainnya yaitu larangan penggunaan cat rambut, make up, perhiasan, dan aksesoris selain jam tangan. Padahal, pengaplikasian barang-barang tersebut merupakan hak bagi setiap orang termasuk mahasiswa. Selain itu penggunaannya pula tidak mempengaruhi kegiatan belajar di dalam kampus serta tidak merugikan bagi siapapun. “Memang sebenarnya tidak ada pihak yang dirugikan, namun kita memberitahukan bahwa itu tidak diperlukan di kehidupan kampus,” ujar Anisa.

Anisa menambahkan bahwa larangan itu sebenarnya untuk melindungi maba dari tindak kejahatan. Panitia sebagai kakak tingkat yang membimbing mereka di PKK Maba merasa mempunyai tanggung jawab untuk melindungi maba dari tindak kejahatan tersebut. (fir/lnf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.