MALANG-KAV.10 Penugasan seperti barang bawaan makanan dan minuman untuk maba Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) diinformasikan menggunakan Bahasa Indonesia, tetapi disamarkan dalam Aksara Jawa. Dari ratusan aksara yang ada di Indonesia, Aksara Jawa dipilih untuk menginformasikan penugasan kepada mahasiswa baru. Padahal 914 maba FIA berasal dari berbagai daerah, tidak hanya dari Jawa.

Hal ini membuat Rifki Alwani maba jurusan Administrasi Publik mengutarakan keresahan dalam pengerjaan penugasan tersebut. “Aku kan dari Jakarta asli Sumatra, bukan orang Jawa asli. Jadi cukup sulit. Harus minta diterjemahkan sama orang yang bener-bener tahu Aksara Jawa,” ungkapnya.

Berbeda dari Rifki, salah satu maba FIA Jurusan Perpajakan Jessica Ida Hutagaol mengomentari penugasan tersebut dapat tuntas ia selesaikan dengan bantuan dari teman-temannya melalui grup Line. “Kita di grup itu kalo ada yang mengerti langsung diinfokan ke grup. Jadi kita sudah langsung mengerti,” terang Jessica.

Sekretaris Pelaksana PKK Maba Dimas Rizky Dwi Sandiana menjelaskan bahwa penugasan ini disesuaikan dengan tema yang diusung yaitu nasionalis dan berbudaya. Dimas menjelaskan awalnya ada obrolan untuk menggunakan aksara lain, namun kembali lagi bahwa UB berada di Jawa Timur. “Alangkah lebih baiknya menyesuaikan dengan budaya yang ada di Jawa Timur, harapannya sih kaya gitu,” jelasnya lebih lanjut. (fir/odp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.