Sejumlah warga Kota Malang yang berasal dari berbagai komunitas menggelar aksi solidaritas terhadap korban aksi terorisme seminggu terakhir, dengan menyalakan lilin di dan berorasi di depan Gereja Katolik Ijen Kota Malang Senin kemarin (15/5). Foto: Andika

MALANG-KAV.10 Ratusan masyarakat lintas agama dan komunitas menggelar aksi solidaritas “Kami Tidak Takut Teroris” di pelataran Gereja Katolik Ijen Kota Malang kemarin malam (15/5). Tak kurang dari 40 organisasi masyarakat (ormas) bergabung dalam aksi yang digagas Aliansi Damai Malang (ADAM) ini. Aksi ini ditujukan untuk mengutuk rentetan teror bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya serta aksi teror rumah tahanan (rutan) Mako Brimob Jawa Barat.

Koordinator Aksi Aji Prasetyo mengungkapkan salah satu sebab terorisme adalah rasa kebencian. “Terorisme selama ini bibit-bibit yang sudah dialami bertahun tahun dengan ujaran kebencian didapati di berbagai ruang hingga berujung pada peristiwa akhir-akhir ini,” ujarnya.

Seorang peserta aksi yang juga ketua salah satu ormas kepemudaan Kota Malang Arief Budiman menghimbau masyarakat untuk tidak termakan rasa takut akan teror yang terjadi. “Aksi ini menjadi refleksi bersama untuk ikut melawan terorisme, menyadarkan untuk memperkuat barisan melawan aksi terorisme di berbagai daerah dan membuktikan bahwa Pancasila mampu mempersatukan bangsa,” tuturnya.

Selain menggelar orasi, massa aksi juga menyalakan lilin sebagai simbol solidaritas dan kebersamaan. Gelaran aksi ini dilatarbelakangi geliat peristiwa terorisme yang terjadi seminggu terakhir. Peristiwa teror di rutan Mako Brimob, bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya, bom Sidoarjo, serta bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya Senin kemarin memancing masyarakat menuntut pemerintah segera bertindak. (dik/nur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.