Rektor UB 2014-2018 M. Bisri ketika menemui massa aksi 2 Mei 2018 lalu. Foto: Oky

MALANG-KAV.10 Rangkaian pemilihan rektor (pilrek) Universitas Brawijaya (UB) periode 2018-2022 telah usai. Nuhfil Hanani unggul dengan perolehan sebanyak 159 dari total 257 suara masuk, disusul calon incumbent M. Bisri (93 suara) dan Osfar Sjofjan (4 suara). Pada tahap sebelumnya Nuhfil dan Bisri sama-sama mendapatkan 77 suara dari anggota Senat UB, masuknya hak pilih menteri sebanyak 90 suara menjadi pembeda pada tahap akhir pemilihan.

Ketua Senat UB Arifin sepakat persaingan Nuhfil dan Bisri memang cukup sengit. Ia menganggap kedua calon tersebut sama-sama tokoh yang menjadi idola UB. Terbukti dari perolehan suara pada tahap sebelumnya, namun suara menteri menjadi penentu. Menristekdikti yang berhalangan hadir dalam rapat pleno tertutup Senat UB diwakili oleh Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Intan Ahmad.

“90 suara itu tergantung yang ditugasi menteri suruh milih siapa, bisa 90 diberikan semua ke salah satu calon atau disebar, itu terserah pak menteri,” jelas Arifin seusai rapat senat tertutup di Gedung Widyaloka UB pada Rabu (23/5).

Arifin menjelaskan ketentuan hak pilih menteri sebanyak 90 suara diperoleh dari 35 persen yang dihitung dari total anggota senat. Ia juga membantah anggapan pilrek kali ini sebagai rangkaian yang alot.

“Sebetulnya enggak, prosesnya lama karena harus ada kewajiban baru yang ditetapkan kementerian, harus ada rekam jejak. Rekam jejak ini sendiri makan tiga minggu lebih,” terangnya.

Rektor UB M. Bisri yang jabatannya berakhir pada 10 Juni 2018, menyatakan akan membuat memori jabatan untuk melancarkan proses transisi kepemimpinan. Ia menanggapi hasil pilrek ini dengan positif.

“Ya sudah selesai, sesuai suaranya tadi kan 159 sama 93. Perasaan saya ya biasa-biasa saja, mbalik jadi dosen kan,” ujarnya.

Ketika ditemui pada 25 April 2018 lalu Bisri menyatakan siapapun yang akan terpilih menjadi rektor memiliki banyak pekerjaan rumah. Bisri menyarankan fokus kerja UB nantinya menyangkut reformasi birokrasi, pengembangan SDM dan budaya riset, serta pengembangan infrastruktur laboratorium. (nur/sad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.