FOKUS – Pendiri Watchdoc (Dandhy Dwi Laksono) memaparkan strategi dan peran advokasi media dalam “Workshop Advokasi Media” di Auditorium Fakultas Hukum Universitas Brawijaya kemarin (14/4). Foto: Elsya

MALANG-KAV.10 Forum Mahasiswa Peduli Keadilan (FORMAHPK) UB menggelar Workshop Advokasi Media di Auditorium Fakultas Hukum Universitas Brawijaya kemarin (14/4). Pendiri Watchdoc Dandhy Dwi Laksono selaku pemateri membagi pengalaman dan pengetahuan soal strategi dan peran media dalam advokasi isu publik.

Viralisasi di media menurut Dandhy penting untuk menyadarkan masyarakat tentang apa yang sedang terjadi. Lebih lanjut, ia juga menganjurkan untuk mencari sisi lain dari suatu isu agar semakin banyak sisi yang masyarakat ketahui. Ketika ia mengangkat isu full day school pada tahun 2015, ia mencoba menyorot sisi lain dari isu ini demi mengadvokasi kepentingan publik.

“Sistem full day school tidak bisa disamaratakan ke seluruh sekolah di Indonesia, apalagi di pelosok desa yang jauh dari kota misalnya di Sumbawa, yang anak-anaknya pada sore hari harus belajar menombak, memanah, berkuda. Sementara waktu tempuh dari rumah ke sekolah sangat lama, tentu akan membuat mereka kehilangan waktu untuk belajar selain materi sekolah,” papar Dandhy.

Strategi advokasi media selanjutnya menurut Dandhy yakni menetapkan media yang digunakan serta memahami bagaimana cara memanfaatkan media tersebut dengan baik. “Bukan seberapa banyak followers-nya, tapi siapa saja followers­-nya. Apakah postingan disebar ulang atau tidak, karena viralisasi juga penting,” ujarnya.

Ia juga memberikan tips dalam bermedia online, sebaiknya aktif menanggapi komentar atau feedback yang muncul serta jangan sungkan berinteraksi dengan orang lain.

Tindak intimidasi bagi Dandhy merupakan hal yang biasa dan tak pernah luput dalam proses bermedia. “Kamera dirampas, diancam dibunuh, dibacok ya sering. Tapi itu bagian dari resiko. Film kami diputar, dibubarin ada tuh di FIA Brawijaya, kuburan film-film saya ada di UB ini,” tuturnya.

Malam sebelumnya (13/4), Dandhy juga berkesempatan mengisi diskusi yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Malang di Kafe Oase. Dalam kesempatan ini, Dandhy juga sempat berbagi cerita soal pengalamannya dalam mengerjakan film-film dokumenter yang diproduksi Watchdoc, rumah produksi yang dibentuknya bersama Andhy Panca Kurniawan. (jef/nur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.