Mahasiswa Ajukan Enam Tuntutan pada Calon Rektor

1
2
Keempat calon rektor bersama massa aksi yang menuntut enam poin kesepakatan sebagai kontrak politik, dalam rangkaian Dialog Terbuka di Samantha Krida kemarin (5/3).

MALANG-KAV.10 Di tengah rangkaian Dialog Terbuka dengan keempat calon rektor UB yang digelar di gedung Samantha Krida kemarin (5/3), Menteri Kordinator Pergerakan EM UB 2018, Heri Al Ghifari sempat naik ke panggung dan mengutarakan protesnya atas keputusan tidak dilibatkannya mahasiswa, dosen dan karyawan dalam proses pemilihan rektor. Menurutnya tindakan ini sama saja memasung intelektualitas mahasiswa.

“Kenapa nggak dilibatkan? Ini ada intrik politik disananya. Kenapa harus Presiden? Kenapa harus Menteri yang memilih? Ini menjadi satu pertanyaan dan hal itu belum pernah di jelaskan kepada mahasiswa,” ujar Heri.

Selain itu, aksi yang digawangi Aliansi BEM se-UB ini juga mengajukan nota kesepahaman yang berisi:

  1. Bahwa rektor terpilih akan melanjutkan, mempertajam, dan melaksanakan visi dan misi rektor yang berpihak kepada civitas akademika Universitas Brawijaya dengan baik dan benar
  2. Bahwa rektor terpilih akan memperhatikan dan menjamin hak mahasiswa dengan beban biaya kuliah yang berkeadilan dalam mendapatkan pelayanan akademik, pemanfaatan fasilitas dan sumber daya kampus, serta informasi akademik dan peningkatan mutu akademik dalam menempuh pendidikan hingga kelulusan di Universitas Brawijaya
  3. Bahwa rektor terpilih akan bertindak transparan dan bertanggung jawab dalam hal pendanaan, terutama yang berkenaan dengan aset dan hal-hal yang bersentuhan langsung dengan kepentingan kemahasiswaan
  4. Bahwa rektor terpilih akan bersedia untuk memfasilitasi mahasiswa dalam mengawal/audiensi terkait kinerja rektor sesuai dengan kebutuhan mahasiswa Universitas Brawijaya
  5. Bahwa rektor terpilih akan mengawasi dan mengevaluasi serta membenahi sistem PTN BH Universitas Brawijaya, sehingga tidak merugikan civitas akademika Universitas Brawijaya
  6. Bahwa rektor terpilih akan segera menyelesaikan permasalahan UB Kediri dan Vokasi Universitas Brawijaya.

Meski panitia sempat menolak menanggapi, para calon rektor akhirnya bersedia menandatangani. Tanda tangan perwakilan EM dan 14 BEM Fakultas tampak dalam foto dokumen yang tersebar, sedangkan Presiden EKM UB Kediri dikabarkan tidak ikut menandatangani karena tidak bisa hadir. Menteri Kajian Strategis BEM FIA, Arfian Ardhitama di lain kesempatan justru menyatakan tidak sejalan dengan isi tuntutan tersebut terkait poin mengenai PTN BH.

Salah seorang anggota Senat UB, Muhaimin menyatakan aksi tersebut sebagai bentuk pemaksaan meski telah dikoordinasikan sebelumnya. “Kita tahu bahwa mereka nanti akan minta integritas di depan mereka (calon rektor, red) tapi sebenarnya hal itu pemaksaan. Di luar forum ini juga bisa toh tanda tangan pakta integritas itu, mereka sudah siap melakukan itu,” tuturnya. (nov/nur)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.