Suasana diskusi Mahasiswa Dialog Radikal (MADARA) yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP UB di depan Air Mancur FISIP kemarin (21/3). Foto: Dokumentasi BEM FISIP

MALANG-KAV.10 Permasalahan pendidikan saat ini adalah bahwa perguruan tinggi hanya menjadi industri yang mencetak manusia dengan standar dan ukuran yang sama, sedangkan manusia adalah makhluk yang unik, memiliki kemampuan masing-masing yang berbeda. Hal ini disampaikan oleh Dosen Ilmu Politik Ibnu Asqory Pohan dalam diskusi Mahasiswa Dialog Radikal (MADARA) yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP UB di depan Air Mancur FISIP kemarin (21/3).

Dalam diskusi yang bertajuk ‘Terbentur, Terbentur, Terbentuk: Mahasiswa Terbentur Apa?’ ini, Ibnu Pohan menyampaikan jika pendidikan dibasiskan dan difokuskan pada kemampuan dan ketertarikan masing-masing sampai menjadi ahli dalam bidang tersebut maka hasilnya pasti akan luar biasa.

“Idealnya manusia tidak diukur dan tidak dicetak oleh indikator yang sama sebab kembali lagi bahwa manusia adalah makhluk yang unik. Level pendidikan kita masih pada level tahu belum menjadi, karena masalahnya ada di hulu pendidikan yaitu kurikulum dan lembaga pendidikan itu sendiri sehingga berakibat pada hilirnya,” ujarnya.

Mawapres Favorit FISIP UB 2017 Gusti Norsatyo Malik yang juga menjadi pemantik dalam diskusi ini menyatakan saat ini mahasiswa cenderung diam dan stagnan. Ia menilai hal ini memang didesain secara struktural oleh pihak yang menginginkan mahasiswa untuk tidak bergerak, terutama melalui pendidikan.

“Cara pendidikan kita memang hanya didesain untuk mengajarkan pada level tahu belum menjadi. Kampus harusnya aktif menyadarkan bahwa mahasiswa mempunyai tanggung jawab moral kepada masyarakat tetapi itu tidak pernah dilakukan. Jika merujuk pada pemikiran Bung Hatta, universitas seharusnya menghasilkan mahasiswa yang susila, demokratis, dan sadar akan tanggung jawabnya kepada masyarakat,” tutur mahasiswa Ilmu Pemerintahan angkatan 2015 ini. (nh/nur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.