Penampilan Teater Celoteh, dalam Dies Natalis FILKOM UB (24/2)

MALANG-KAV.10 Teater Celoteh yang tampil dalam Dies Natalis Fakultas Ilmu Komputer menampilkan pentas bertajuk Astramaya. Istilah sansekerta yang berarti wanita pembawa senjata tersebut, sengaja diangkat untuk menggambarkan cerita soal keberagaman budaya.

“Disini kita gambarkan itu sebagai ibu pertiwi dan senjatanya adalah kebudayaan yang dipegang dan dikenakan oleh para Balin,” ujar penulis naskah, Iqbal Fikri Ardian

Balin merupakan prajurit kehormatan yang diperankan oleh enam anak kecil, dianggap cocok oleh Iqbal sebagai lambang plurarisme.

“Karakter para Balin yang membawa berbagai alat musik dan memakai pakaian adat, kami anggap cocok untuk menggambarkan keanekaragaman yang ada di Indonesia ini,” tuturnya.

Ia juga menuturkan dalam pentas kali ini ingin menyampaikan pada penonton untuk menghapuskan rasa cinta suku yang berlebihan. Iqbal mengingatkan bahwa Indonesia begitu besar dengan keragaman budayanya, tanpa harus melebih-lebihkan diri sendiri.

Salah seorang pengunjung, Nadya Rofaidah memberikan apresiasi terhadap teater yang ditampilkan. “Penting sih untuk mengingatkan kembali ke masyarakat terutama pemudanya yang diperanin sama anak kecil tadi (tokoh Balin, red) supaya sadar Indonesia itu kaya budayanya,” ucapnya.

Teater yang berdurasi kurang lebih lima belas menit ini diperankan oleh 16 pemain dari berbagai elemen masyarakat mulai dari anak sekolah dasar hingga pengamen. Pertunjukan berakhir dengan membentangkan kain merah putih yang melambangakan bendera Indonesia. Penonton menyanyikan lagu Padamu Negeri diikuti nyala lampu handphone. (lia/atw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.