Lalu Theo Hidayat (kiri) dan Isnan (Korwil PPMI Regional 3 periode 2017-2018) berfoto bersama dan menandai peralihan jabatan. (Foto: Nuris)

SIDOARJO – Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Regional 3 yang menghimpun Dewan Kota Surabaya, Malang, Madiun, Kediri, Madura dan Tulungagung mengadakan Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk kali kedua kemarin, 27-28 Januari 2018. Setelah tahun sebelumnya digelar di Kediri, kali ini Muswil diadakan di di Pondok Pesantren Mukmin Mandiri, Waru, Sidoarjo.

Momen yang dimanfaatkan para awak pers mahasiswa (persma) sebagai ajang silaturahmi dengan kawan kota lain ini juga diisi diskusi yang menghadirkan Muhammad Al-Fayyadl (Editor Islam Bergerak) dan Mas Wahid (Dosen Komunikasi UB). Selain itu, Sekretaris Jenderal (Sekjend) tiap kota juga sempat membagi keluh kesah dan perkembangan kotanya masing-masing sebelum akhirnya Isnan, Koordinator Wilayah (Korwil) Regional 3 periode 2017-2018 menyampaikan laporan pertanggungjawaban.

Pemilihan Korwil yang digelar melalui voting akhirnya menyepakati nama Lalu Theo Hidayat (LPM Perspektif Malang) sebagai Korwil baru setelah bersaing dengan dua calon lain yakni Naja (LPM Laun Blitar) dan Sofia Irma (LPM Civitas Malang).

Theo, Korwil terpilih menyampaikan tekadnya untuk memanfaatkan momentum di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Kongres untuk membuat pertemuan dengan Sekjend kota untuk membahas langkah ke depan maupun penyikapan terhadap kepengurusan PPMI Nasional. Baginya, kerja Korwil bisa dibilang susah karena mayoritas kerjanya dilakukan secara kultural.

“Karena kita nggak bisa ngukur parameter keberhasilannya. Kordinasi antar Korwil juga menjadi tantangan karena selama ini evaluasi terhadap BP Nas (Badan Pengurus PPMI Nasional) itu kurang ya,” tutur mantan Pimpinan Redaksi LPM Perspektif ini.

Fajar Dwi, Koordinator Litbang PPMI Nasional mengatakan peran Korwil ke depan sangatlah penting terutama karena baru dua wilayah yang telah membentuk Korwil dari lima wilayah yang disepakati. “Ibarat dua mata pisau, selain dia mengontrol BP Nas juga sebagai kepanjangan tangan dari kota-kota. Bebannya juga berat karena dilakukan seorang diri,” ujarnya. (lia/nur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.