MALANG-KAV.10 Persoalan sistem eror kembali melanda gelaran Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) yang digelar di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UB hari ini, Rabu (29/11). Dari tiga bilik yang disediakan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berada di Aula Gedung A, hanya satu bilik yang akhirnya bisa digunakan. Hal ini dikonfirmasi oleh staf acara Pemira UB 2017, Istiqomah Aprilia Malawad yang menyatakan bahwa hal ini murni akibat kesalahan pada sistem.

“Iya memang ada masalah pada bilik dua dan bilik tiga jadi yang berfungsi hanya bilik satu. Jadi intinya eror itu kita udah ngevote, tapi seperti tidak, jadi seperti golput,” ujar Istiqomah.

Salah satu mahasiswa yang terdampak kejadian ini ialah FN, mahasiswi Pendidikan dan Sastra Indonesia angkatan 2016. “Ada dua bilik eror terus yang mau milih banyak, bosan di dalam nunggu lama. Jadi aku lebih milih golput,” ungkapnya sambil menolak identitasnya disebutkan.

Menanggapi masalah ini panitia pasrah dan menganjurkan kepada semua mahasiswa yang ingin menyalurkan suaranya untuk tetap menunggu dan mengantre. “Bagi yang mau menunggu ya kami persilakan, tapi bagi yang tidak sabar ya kami tidak bisa memaksa,” kata Istiqomah.

Selain itu panitia menawakan para mahasiswa yang ingin menyalurkan suaranya agar datang lagi ke tempat pemungutan suara sebelum batas akhir pemilihan, jam empat sore. Meski banyak kendala yang terjadi pada Pemira tahun ini panitia tetap mengharapkan peningkatan partisipasi mahasiswa di banding Pemira tahun sebelumnya. (nh/nur)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.