Salah satu laga pertandingan dalam Perisai Diri International Championship 2017. Foto: Aisyah.
Salah satu laga pertandingan dalam Perisai Diri International Championship 2017. Foto: Aisyah.

MALANG-KAV.10 Perisai Diri International Championship (PDIC) 2017 telah usai digelar kemarin, (1/11). Lebih dari 600 peserta kontingen berbagai daerah dan luar negeri memperebutkan Piala Presiden dan medali sejumlah 392 buah. Kompetisi yang rutin digelar setiap dua tahun sekali ini sempat mundur setahun dari jadwal semula.

“Sebenarnya diadakan di tahun 2016, tapi diundur karena sering terbentur dengan masalah politik seperti Pemilu (Pemilihan Umum) dan bentrok dengan jadwal PON,” tutur Hawit Sadik, panitia inti PDIC.

Kompetisi ini pertama kali digelar pada tahun 2005 di Yogyakarta, tahun 2007 di Bandung, 2010 di Jakarta, 2012 di Samarinda, 2014 di Bali, dan tahun ini UB menjamu sebagai tuan rumah. Kompetisi yang dihelat di Samantha Krida UB membuka cabang tanding sparring dan teknik, terbagi dalam kelas usia remaja (14-17 tahun) hingga dewasa (18-40 tahun).

Sadik mengungkapkan meski PDIC tahun ini mengalami peningkatan jumlah peserta lokal, namun jumlah kontingen mancanegara yang berpartisipasi menurun. “Yang terlibat hanya Indonesia, Timor Leste, Australia, dan Jepang, padahal sebelumnya banyak negara lain yang berpartisipasi. Jepang juga hanya sebagai pengisi acara, bukan peserta,” ujar Sadik.

Wasilur Ridlo, atlet kontingen Kota Jember turut mengapresiasi gelaran PDIC kali ini. “Harapannya sih, agar Perisai Diri bisa semakin mendunia dan menunjukkan bahwa ini adalah pencak silat Indonesia dan tradisi asli sebagai identitas bangsa Indonesia,” ucapnya.

Kontingen asal Bali berhasil menutup gelaran kompetisi ini dengan raihan Juara Umum 1, disusul Jawa Timur, Jawa Barat dan Kalimantan Timur. (asw/kn/nur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.