MALANG-KAV.10 Pada sesi mahasiswa dalam kegiatan PKK Maba Fakultas Hukum (FH), Presiden BEM FH Rizky Firmansyah bercerita pengalamannya saat menjadi maba, banyak doktrin untuk tidak mengikuti organisasi, terutama organisasi yang berada di luar kampus.

Doktrin tersebut diperolehnya sewaktu dirinya adalah maba dalam PKK Maba. Ada pendapat yang mengatakan bahwa pihak kampus melarang kegiatan organisasi. Wacana ini bahkan mempengaruhi prestasinya di kampus.

“Mahasiswa yang mengikuti organisasi mampu berpendapat secara ilmiah, sedangkan yang tidak, kok hanya diam saja,” terangnya membantah pendapat tersebut.

Ia menjelaskan tujuan dalam berorganisasi kepada mahasiswa baru sebagai sarana untuk mengetahui kondisi masyarakat. “Karena apa yang saya pelajari di kelas tidak sama dengan apa yang terjadi di masyarakat,” katanya saat mengisi materi peran mahasiswa di Lobi Gedung B FH.

Berorganisasi merupakan hak setiap mahasiswa sebagai agen perubahan. UUD 1945 telah mengatur kebebasan berorganisasi. “Maka jangan takut untuk berorganisasi,” tegasnya.

Senada dengan Rizky, Ketua PKK Maba FH Akhdan Khofid Hibatullah mengoreksi kekurangaktifan mahasiswa hukum agar bersiap mengubah sistematika hukum yang tidak benar di Indonesia.  “Aktif itu bisa dalam hal menulis, penelitian, dan berorasi, katanya.

Rangkaian PKK Maba FH berlangsung di lobi Fakultas Hukum. Hari ini, maba menerima materi tentang peran  mahasiswa dalam berorganisasi. (sad/eff)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.