MALANG-KAV.10 Mahasiswa baru (maba) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dapatkan wawasan mengenai kedokteran gigi hingga bela negara dalam Probin Maba yang digelar kemarin, (20/8).

Salah satu Maba FKG 2017 Silmi Assyarifah, mengungkapkan bahwa penugasan dalam Probin Maba (Program Pembinaan Mahasiswa Baru) FKG out of the box. Silmi mengaku tugas yang paling sulit yakni pembuatan nametag yang ukurannya per milimeter.

“Kalau nametag kita per mili salah, artinya sudah salah. Sama kalau misalkan kita sebagai dokter gigi menyuntik obat ke gusi dan kita salah per mili, kesehatannya terganggu,” ungkap Silmi.

Melalui pengenalan kemarin, Silmi mengaku mendapatkan pemahaman awal sebagai dokter gigi. Ia merasa perlu menyadarkan masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang tua bahwa kesehatan gigi sama pentingnya dengan kesehatan badan.

Ketua Pelaksana Probin Maba FKG, Abde Paraton mengatakan bahwa setelah Probin Maba selesai, Badan Eksekutif Mahasiswa FKG akan menyiapkan maba untuk lakukan pengabdian masyarakat. Maba 2017 kurang lebih selama satu tahun akan dikader untuk mendalami peran sebagai dokter gigi lewat pengabdian masyarakat.

“Jadi mereka membuat suatu acara, konsep acara dari mereka sendiri sebagai angkatan baru. Juga sebagai wujud angkatan baru bahwa bisa menciptakan pengabdian masyarakat yang tidak kalah dengan angkatan sebelumnya,” kata Abde.

Sementara itu maba FKG juga mendapat wawasan bela negara saat upacara pembukaan. “Kita mengadakan upacara pembukaan dengan upacara bendera, mendatangkan Kolonel Laut Dr. Adi Bandono dari STAL (Sekolah Tinggi Angkatan Laut, red) Surabaya,” ungkapnya. (jef/ain/nur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.