Gedung Kampus UB Kediri yang telah rampung dibangun. (15/5) Foto: Nuris
Gedung Kampus UB Kediri yang telah rampung dibangun. (15/5) Foto: Nuris

KEDIRI-KAV.10 Pembangunan Gedung Kampus UB Kediri di Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri yang sempat beberapa kali mengalami polemik akhirnya tuntas. Dari total sekitar 20 hektar lahan yang dianggarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri dalam master plan awal, sebuah gedung tiga lantai berisi 29 ruangan mulai bisa dikelola UB untuk penyelenggaraan pendidikan.

“Kita rencanakan semester depan sudah di situ, kan ini baru mau habis semester, kita habiskan semester ini dulu,” tutur Harijono, Ketua Penyelenggara UB Kampus III Kediri terkait rencana pemindahan aktivitas pengajaran ke gedung baru. Sementara ini perkuliahan masih dilangsungkan di kompleks perkantoran Badan Kepegawaian Daerah Kota Kediri.

Harijono menuturkan pembangunan tahap kedua harusnya diadakan tahun ini, namun akibat keterlambatan Pemkot Kediri dalam penganggaran, pembangunan tahap kedua ditunda hingga tahun depan. “Kan gedungnya baru diserahkan minggu lalu. Pak Rektor meminta untuk ke depan dalam jangka pendek cukup sekian dulu, jadi kawasan ini (seluas 6,1 hektar, red) akan kita pakai dulu,” ungkap Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian ini.

Menurut Presiden EKM UB Kediri, Ryan Hafidhin, di tahap kedua rencana pembangunan akan berfokus pada gedung kantor empat lantai dan dua gedung perkuliahan. “Cuman kemarin pas Pak WR III kesini, katanya sementara ini kita fokuskan ke fasilitas olahraga dan mahasiswa dulu,” tuturnya.

Dari data yang dikutip dari Radar Kediri, nilai anggaran yang dikucurkan Pemkot Kediri untuk tahap pertama sejumlah Rp 18 miliar, sedangkan untuk tahap kedua direncanakan Rp 35 miliar. Selain Pemkot, menurut penuturan Harijono, Pemerintah Kabupaten Kediri pun siap memberikan komitmen sejumlah 14 hektar lahan. “Jadi tidak hanya ini, kalau berkembang nanti bisa lebih luas lagi,” imbuhnya.

Bulan April lalu, muncul permasalahan baru tentang sengketa pembayaran subkontraktor proyek pembangunan UB Kediri. Para subkontraktor yang protes bahkan sempat mencopoti atap gedung yang sudah selesai. Permasalahan yang belum rampung hingga kini (7/6), menurut Harijono tak akan mengganggu rencana pemindahan kegiatan pembelajaran di semester baru nanti. “Saya bilang ini salah alamat, mestinya ke pihak kontraktor, kontraktor kalau tidak bisa ditekan ya ke Pemkot,” pungkasnya. Dalam permasalahan tersebut menurutnya UB tidak ada sangkut paut secara langsung sebab posisi UB hanya sebagai pengguna pinjam pakai gedung kampus yang berlokasi di belakang Pasar Mrican ini. (nur/ain)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.