Sumur Ambles, Warga Desa Manggis Krisis Air

3
2

KEDIRI-KAV.10 Sejumlah warga Desa Manggis Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri masih dilanda kekhawatiran akan peristiwa susulan meski fenomena sumur ambles telah berlangsung hampir satu bulan. Kebutuhan warga akan air yang biasanya ditopang sumur dan sumber air akhirnya harus menggantungkan pada suplai air dari PDAM dan para donatur yang rutin berkeliling ke tiap dusun. Hingga kemarin lusa (15/5), mobil pengangkut air PDAM masih terpantau beroperasi di Dusun Jambean.

Menurut Madjudi, warga Jambean, suplai air datang tiap hari meski tak tentu waktunya, kadang siang atau sore. Banyak warga termasuk dirinya sendiri masih takut membuat sumur lagi, sebab kondisi alam belum dapat dipastikan stabil. “Memang beberapa warga yang cukup ekonominya langsung ngebor lagi, tapi saya masih takut,” terangnya.

Madjudi menjelaskan gejala sebelum sumurnya ambles diantaranya muncul retakan di pinggiran sumur, airnya sempat naik tapi berbusa dan keruh. “Lalu tiba-tiba bleng, sumur saya ambles saat malam hari,” ungkapnya. Ia pun sempat menunjukkan sumur amblesnya yang telah diuruk, menghabiskan delapan truk material tanah dan batu. Ia langsung memutuskan menguruk sumur berkedalaman 20 meter itu karena takut rumahnya ikut ambles.

Sebab Munculnya Sumur Ambles

Sunardi, Sekretaris Desa Manggis, menuturkan gejala awal sumur ambles diakibatkan curah hujan tinggi kala musim penghujan yang membuat debet air naik. Tanah di sekitar sumur yang berupa campuran lempung dan pasir bekas erupsi Gunung Kelud tahun 2014 mulai tergerus sedikit demi sedikit, sehingga air di dalam sumur menjadi kotor.

Fenomena sumur ambles ini menurutnya  terdeteksi pertama kali di Dusun Nanas pada 24 April 2017. “Dusun Dorok justru sudah lama, sejak Februari tapi hanya satu dua. Sedang di Dusun Nanas tanggal 24 itu langsung empat sumur, selang dua hari tambah tiga sumur, besoknya ada lagi dua, terus tiga sumur, hingga totalnya 41 sumur di Dusun Nanas,” ulas Sunardi.

Fenomena sumur ambles ini merembet tak hanya di Desa Manggis tapi juga hingga Desa Gadungan dan kecamatan lain. “Di daerah tetangga, Sumberagung Kec. Plosoklaten sekitar 40 sumur terancam ambles,” terangnya.

Ia pun memberikan data sumur ambles di Desa Manggis yang terakhir dihimpun pada 9 Mei 2017. Rinciannya yakni Dusun Nanas sejumlah 41 sumur, Dusun Dorok 83 sumur, Dusun Jambean 12 sumur, Dusun Manggis satu sumur, sehingga totalnya berjumlah 137 titik. Sedangkan di Dusun Jatirejo Desa Gadungan total delapan sumur yang juga ambles. Menghadapi hal ini, warga Desa Manggis sepakat melaksanakan Istighosah Peduli Sumur Ambles yang digelar di Masjid Baitul Arofah Dorok pada Senin lalu, (15/5). (nur/bun)

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.