MALANG-KAV.10 Kegiatan donor darah dalam waktu dekat akan sangat membantu menjaga persediaan darah menjelang bulan Ramadhan. Kondisi tersebut disadari Korps Suka Rela Universitas Brawijaya (KSR UB) yang secara rutin kembali mengadakan kegiatan donor darah, Rabu (17/5). Bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang, sebanyak 80 orang mendaftarkan diri untuk mendonorkan darahnya.

Ketua Pelaksana Donor Darah KSR UB Julaika Nursita menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi jembatan untuk tingginya minat masyarakat membantu sesama. “Teman-teman ini sebenarnya banyak yang minat, tapi kadang ada orang yang pingin donor tapi takut jarum suntik atau udah pingin banget donor tapi syarat dasarnya tidak terpenuhi,” ujar Julaika. Mahasiswa Fakultas Pertanian tersebut menambahkan jika donor darah kali ini KSR UB menargetkan 70 kantong darah untuk disalurkan ke PMI Kota Malang.

Tenaga medis PMI Kholisul Fuad yang turut dalam kegiatan mengatakan, sejauh ini ketersediaan suplai darah di Kota Malang masih aman dikisaran 3000 kantong darah. Namun diakui Fuad jika PMI Kota Malang kini sedang menabung untuk menghadapi bulan puasa yang rawan minim pendonor darah. “Jadi kalau puasa itu kan orang lebih fokus dengan ibadahnya. Kalau siang di kantor PMI bisa sampai 150 orang donor, ketika puasa bisa berkurang dibawahnya. Selain itu kegiatan-kegiatan luar seperti ini juga berkurang,” jelas Fuad.

Fuad menambahkan, mengingat semangat tinggi masyarakat dalam berbagi, kebutuhan suplai darah masyarakat bisa dipantau melalui portal informasi Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Malang. Informasi resmi dari PMI yang bisa diakses via Android tersebut ada demi melindungi keinginan masyarakat membantu sesama. “Jadi PMI tidak melakukan broadcast-broadcast yang tersebar biasanya. PMI punya SMS Center yang secara otomatis menghubungi orang tertentu yang sudah waktunya untuk donor darah kembali,” kata Fuad.

Sampai saat ini di Malang terdapat dua institusi yang melakukan kegiatan transfusi darah yakni Bank Darah RSSA dan PMI Kota Malang. Fuad berpesan agar masyarakat Malang berhati-hati dengan broadcast informasi yang menyatakan jika ada kekurangan transfusi darah di Kota Malang. “Dipastikan dulu beritanya apakah betul, biar si pendonor yang punya niat baik juga tersampaikan. Karena pengalaman, seringkali ketika ada broadcast seperti itu semua sambang ke PMI tetapi PMI tidak tahu adanya broadcast itu, sedangkan di PMI stok selalu aman,” jelas Fuad. (ain/sad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.