MALANG-KAV.10 Pembahasan mengenai isu kejelasan Program Vokasi UB diangkat pada acara HALO REKTOR yang berlangsung, Senin (05/12). Salah satu permasahalan yang dibahas terkait dengan kelanjutan dari legalitas status Program Vokasi, antara berada dibawah naungan fakultas atau akan berdiri sendiri.

Rektor UB M. Bisri menjelaskan pihaknya masih memperjuangkan status vokasi dan belum bisa memberikan kepastian. “Saya kemarin ketemu biro hukum, jawabannnya karena UB bukan PTN-BH maka UB belum bisa mandiri,” ungkapnya.

“Jadi di Dikti masih terjadi polemik juga. Pak Dirjen ngeluarin surat suruh masuk fakultas, Pak Menteri bilangnya jangan masukkan fakultas,” jelasnya. Rektor mengungkapkan, dirinya akan mengeluarkan surat keputusan mengenai Program Vokasi jika hal ini masih berlarut-larut. “Paling saya hanya dimarahi senat,” candanya.

Sementara itu, Presiden BEM Program Vokasi UB Basma Wiraisy menganggap wacana legalitas Program Vokasi belum sepenuhnya terselesaikan. Menurutnya, masih banyak pertanyaan yang ingin ditanyakan namun waktu yang disediakan tidak cukup. “Menurut saya HALO REKTOR ini sangat formatif ya, dan durasinya terlalu singkat, jadi menurut saya kurang efektif,” ujar Basma kecewa. “Kalau kita sudah konkret ya. Kita tidak bisa disamakan dengan Fakultas, dari sistem pembelajaran pun berbeda. Kita inginnya berdiri sendiri,” jelas Basma menanggapi hasil forum.

Diakhir acara Bisri menegaskan akan mengeluarkan SK Rektor untuk legalitas vokasi. “Program Vokasi cukup SK Rektor, sebelum akhir Desember. Ya gak usah nunggu wes nanti tak buatkan draft saya tanda tangani,” ujarnya langsung pada awak Kavling10 usai acara. (sad/krd/ain)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.