Oleh: Sinta Isti Fitriani*

Wajahmu adalah rembulan, Bu
tempat dimana seluruh cahaya berpendar
melingkupi langit dan seisinya dengan segala suka cita
peduli apa soal sesak yang menghimpit dada

Matamu adalah samudera, Bu
tempat paling luas yang pernah kuselami
muara segala beban dan seluruh kesedihan
bening dari segala bening, menyejukkan

Tanganmu adalah ranting-ranting kecil, Bu
menghidupi sulur-sulur lara tiada pernah terkira
menguatkan akar-akar kehidupan
menopangku berdiri menginjakkan kaki

Kakimu Bu, adalah batu karang
didebumkan ombak dikikis anyir pantai
badai angin topan bahkan tsunami bagimu bukan tandingan
tetap berdiri kokoh di tengah lautan

Hatimu adalah petrichor selepas hujan, Ibu
meresapi pori-pori Gaia
surga bagi tanah basah dan petak rumput di halaman
aroma tenang dari segala tenang, melegakan

Dan engkau Bu
adalah langit-langit bagi bumiku yang morat-marit
melindungiku dari terik, memayungiku dari hujan

Engkau Bu
adalah wanita paling cantik
tidak peduli meski seluruh dunia bilang tidak
dihatiku, namamu terpatri nomor satu

* Mahasiswa UB 2015 yang sedang rindu ibu di Jogja

ibupict from here

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.