MALANG-KAV.10 Hampir sebulan Gedung Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UB mengalami krisis air. Semua toilet dan wastafel kering dan tidak bisa dipakai sehingga membuat mahasiswa yang perlu buang air atau hanya sekedar cuci tangan harus pergi ke gedung sekitarnya seperti Masjid Raden Patah untuk mendapatkan air atau membawa air sendiri.

Ulul Sya’bana anggota UKM Setia Hati Terate menceritakan air yang mati membuat bau toilet menjadi tidak sedap. “Sebenarnya ada juga yang bawa air sendiri, mas. Tapi kan juga gak bersih,” keluhnya. Ulul menuturkan air macet ini selain membuat bau pesing juga mengganggu jalannya program kerja UKM. Misalnya saat rapat harus turun dahulu untuk sholat yang sebenarnya bisa dilakukan di ruangan sekretariat Setia Hati sendiri. “Kalau harus ke masjid kan jadinya tidak efisien mas,” tutupnya.

Ahmad Sayfulloh Imron Ketua Mahasiswa Wirausaha juga mengeluhkan macetnya air di UKM karena air sangat dibutuhkan. “Apalagi nasibnya lantai empat nyiksa banget, apalagi anak-anak kalau sholat, bawa makanan atau ke toilet mau gak mau harus ke masjid,” ungkapnya.  Ahmad merasa akses air jauh karena harus turun dari lantai empat. Sedangkan untuk masalah bau tidak sedap Mahasiswa Vokasi ini tidak merasakannya karena lokasi toilet yang jauh dari ruangnya.

Slamet Winarko selaku Kepala Bagian Rumah Tangga UB menjelaskan macetnya air disebabkan oleh rusaknya pompa air sehingga air tidak bisa dinaikkan ke gedung UKM. Pihaknya saat ini sedang mengupayakan perbaikan pompa yang sedang rusang. “Hampir satu bulan ini kita masih menunggu dari pihak penyedia barang untuk mengganti pompa yang ada itu,” ujarnya. Selain itu, Slamet mengatakan pihak rektorat akan membuat sebuah sumur bor sendiri, karena saat ini masih mengandalkan sumur bor di Fakultas Teknik. (krd/jon/dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.