MALANG-KAV.10 Liburan semester belum juga usai, tetapi kembali terjadi pencurian di lingkungan UB, Beberapa brass (alat musik tiup) Unit Aktivitas Marching Band UB Ekalavya Suara Brawijaya (ESB) raib, Senin (25/07). Ketua Marching Band A. Baihaqi Mubarok mengungkapkan, brass terakhir disimpan di Gedung Kebudayaan Mahasiswa (GKM). “Kami selesai latihan pada Minggu pukul 17.15 WIB dan pintu baru di buka lagi pada Senin pukul 15.30 WIB,” jelas Baihaqi.

 

Menurut Baihaqi, tidak ada tanda-tanda kerusakan pada pintu maupun jendela. Namun ketika ruangan kembali dibuka, semua peralatan tersebut telah hilang. Sementara saksi mata sulit ditemukan karena pada saat pencurian terjadi, kondisi kampus sepi. Akibat pencurian, ESB kehilangan brass berjumlah 16 unit terdiri dari sepuluh trompet, tiga baritone, dan tiga trombone. Kerugian yang dialami ESB diperkirakan lebih dari 40 juta rupiah.

Unit Aktivitas Kerohanian Islam (UAKI) yang menempati ruangan seberang ESB juga pernah mengalami hal serupa. “Dulu kami juga pernah kehilangan komputer, tapi itu dua tahun lalu saat masih pakai ruangan itu,” kata Ketua UAKI Muhammad Fitrah, saat ditanyai reporter kavling 10 sehari setelah kejadian. Fitrah mengatakan tidak mengetahui secara langsung saat pencurian terjadi.

Baihaqi menuturkan bahwa dari pihak UB sendiri, khususnya Rektorat mengintruksikan ESB untuk melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwajib. ESB juga telah melakukan koordinasi dengan Markas Komando (Mako). Diungkapan oleh petugas piket Mako Antok M. bahwa pihak Mako telah membantu ESB membuat laporan ke polisi. Sampai berita ini diturunkan kasus ini telah ditangani oleh pihak kepolisian dan masih dalam tahap penyelidikan. (jon/ain)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.