Wakil Walikota Malang Sutiaji memberi tanggapan atas tuntutan para jurnalis (Dok.Asry/Kavling10)
Wakil Walikota Malang Sutiaji memberi tanggapan atas tuntutan para jurnalis (Dok.Asry/Kavling10)

MALANG-KAV.10 Apa yang dialami awak Pers Mahasiswa (Persma) sekarang ini mendapat perhatian serius dari Wakil Walikota Malang Sutiaji. Seperti diketahui, kampus kerap kali menghambat kerja jurnalistik para Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) dalam peliputan dan pencarian informasi

“Saya berada di baris terdepan ketika barisan pers mahasiswa ini masih dikungkung,” tegas Sutiaji, Wakil Walikota Malang di depan Balaikota Malang.

Pernyataan ini disampaikan Sutiaji setelah mendengar permasalahan para jurnalis media massa maupun Persma itu sendiri saat aksi memperingati Hari Kebebasan Pers Internasional, Selasa (3/5).

Sutiaji sendiri mengaku pernah terlibat dalam dunia Persma di era ’80. Dalam penjelasannya, Sutiaji yang merupakan alumni mahasiswa Universitas Islam Malang (UIN) pernah terlibat di LPM Inovasi. Di zaman itu, hambatan maupun kekangan dari Orde Baru begitu terasa bagi dirinya dan teman-temannya. “Kalau panjenengan (Anda) tahu, Inovasi itu, saya juga yang memberikan namanya,” katanya.

LPM Inovasi sendiri masih eksis sampai sekarang di UIN. Salah satu anggotanya pun kini menjabat sebagai Sekjen Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Kota Malang.

Dalam aksi ini, Sutiaji juga menyampaikan kepada para jurnalis bahwa tahun 2017 akan diterapkan e-budgeting. Dengan begini, keterbukaan informasi yang diharapkan dapat terwujud. Didalamnya nanti terdapat Perda beserta APBD yang anggarannya dapat ditelusuri sampai ke tingkat paling bawah. (sin/eff)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.