MALANG-KAV.10 Permasalahan parkir di UB tidak kunjung usai. Pasalnya, meskipun sudah ada solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, namun masih ada beberapa mahasiswa yang menganggap bahwa kondisi parkir di UB masih kurang efektif.

Ikhsan Daniel, selaku perwakilan dari DPM FEB UB mempertanyakan kejelasan sistem parkir yang berada di lingkup Universitas Brawijaya. Menurutnya, sistem parkir di UB tidak jelas karena meskipun tempat parkir di setiap fakultas merupakan tempat parkir bersama, namun masih ada petugas yang mempertanyakan mengapa parkir di fakultas tersebut padahal bukan dari asalnya. “Secara pribadi, saya merasa adanya ketidakadilan saat akan memarkir kendaraan. Karena tempat parkir yang tidak pasti,” ujar Ikhsan, saat diberi kesempatan untuk bertanya pada agenda Hearing Rektor, Selasa (17/5) di ruang jamuan rektorat lantai 6.

jajaran rektorat dalam hearing rektor (17/5) membahas berbagai permasalahan kampus. (dok. Syaffa/Kav.10)
Jajaran rektorat dalam hearing rektor (17/5) membahas berbagai permasalahan kampus. (dok. Syaffa/Kav.10)

Rektor UB Moh. Bisri mengatakan bahwa parkir yang berada di FEB memang terlihat tidak seimbang. Pasalnya parkiran FEB di sisi barat dan timur merupakan parkir dosen yang luas. Sementara mahasiswa FEB mayoritas harus parkir di belakang Samantha Krida (Sakri). “Saya menyarakan, kepada Wakli Dekan III FEB untuk membagi tempat parkir yang ada disana. Parkir barat khusus untuk dosen, sementara sisi timur untuk mahasiswa. Namun jika tidak bisa, kita harus mencari solusi lain untuk menyelesaikan masalah parkir tersebut,” ungkap Bisri.

Selain membagi tempat parkir yang sudah tersedia, Bisri juga mengatakan bahwa di sebelah Poliklinik UB juga sudah disediakan tempat parkir sehingga mahasiswa FEB tidak perlu memarkirkan kendaraannya di Sakri. “Memang pada dasarnya, mahasiswa ingin parkir di depan fakultas agar lebih cepat menuju kelas. Sehingga sulit untuk mengatur parkir juga,” jelasnya.

Keluhan lain juga diungkapkan oleh Hasbi Assiddiq, ia mempertanyakan fungsi lapangan parkir yang berada disebelah FISIP UB. “Parkir di sebelah FISIP itu sebenarnya hanya untuk mobil saja atau tidak, Pak? Karena seperti bisa dilihat, disana rata-rata mobil lebih mendominasi,” kata Presiden BEM FH UB tersebut. Selain itu, Hasbi juga mempertanyakan tentang parkir terpusat yang sebelumnya pernah dicanangkan oleh pihak rektorat.

Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Rektor II Sihabudin menegaskan bahwa tidak ada zona khusus parkir pada setiap fakultas. “Tidak ada keterbatasan dalam parkir. Semua tempat parkir pada setiap fakultas itu milik bersama,” tegasnya saat mendampingi Bisri menghadiri acara Hearing Rektor.

Sementara untuk pembangunan parkir terpusat, Bisri mengatakan bahwa tidak ada pembangunan tempat parkir. Sejauh ini, pihak Rektorat sedang memaksimalkan fungsi lahan parkir yang sudah tersedia. “Tinggal pengaturan tempat saja bagaimana,” katanya menanggapi pertanyaan mahasiswa. (syf/ain)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.