IMG_20160510_143011
Ketua Program Vokasi Munir ketika memasuki ruangan untuk audiensi terkait status kejelasan Program Vokasi UB. (dok. Sinta)

MALANG-KAV.10 Kemelut status kejelasan vokasi sudah di ujung tanduk. Demi menindak lanjuti kembali kasus tersebut, BEM Vokasi mengadakan audiensi terbuka yang diikuti oleh perawakilan sejumlah mahasiswa Vokasi, EM, dan aliansi dari berbagai LPM di Universitas Brawijaya di lantai enam gedung rektorat , Selasa (10/5). Audiensi berlangsung ricuh karena pada akhir acara mahasiswa tetap bersikeras mengajukan perpanjangan audiensi sampai kejelasan status vokasi didapatkan hari itu juga. Sementara Munir bersikukuh mengakhiri audiensi dengan dalih akan mengajar di Fakultas Pertanian.

Diawali dengan  penyampaian gugatan dari Sekretaris Jenderal Vokasi UB Intan Dita. Ia memaparkan beberapa point penting diantaranya terkait Sistem penyelenggaran Pendidikan Vokasi yang belum terstruktur dan belum ada sistem secara detail On The Job Training (OJT), sistem dana pagu yang masih belum jelas, tidak adanya transparasi UKT, dan laboratorium Vokasi UB belum memadai. Dita juga mempertanyakan dualisme jabatan Ketua Program Vokasi sekaligus sebagai staff Dikti.

Dijadwalkan mulai pukul 13.00 WIB, audiensi molor satu jam karena masih menunggu kedatangan Rektor UB yang sedang dalam kepentingan. Audiensi dengan moderator Presiden EM Muhammad Zahid berlangsung singkat, lantaran Ketua Program Vokasi Munir hanya dapat ditemui sampai pukul 14.30 WIB.

“Saya inginnya kualifikasikan sesuai yang diinginkan Pak Rektor bahwa lulusan vokasi yang diutamakan bukan ijazahnya, tetapi sertifikasi kompetensinya,” ujar Munir dalam audiensi tersebut. Peserta audiensi menilai jawaban Munir masih mengambang dan tidak memberi kejelasan pada status vokasi, sehingga seluruh peserta audiensi melakukan aksi  pemboikotan terhadap Munir agar tidak meninggalkan ruangan. Mereka membuat barisan di tengah-tengah pintu serta melayangkan protes agar audiensi diperpanjang sampai pukul 17.00 WIB. “Sore ini Pak! Sore ini selesai!” seru beberapa mahasiswa sambil merapatkan barisan, mencegah Munir  meninggalkan ruangan. Rencananya audiensi akan kembali dilaksanakan pekan depan untuk kejelasan status Program Vokasi.  (sin/ain)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.