Mahasiswa memperingati Hari Air Sedunia, Selasa (22/3). (Dok. Asri/Kavling10)
Mahasiswa memperingati Hari Air Sedunia, Selasa (22/3). (Dok. Asri/Kavling10)

MALANG-KAV.10 Banjir, banjir kotaku, kalimat ini dilantukan sepanjang kampus. Dimulai dari area parkir FISIP, lagu tersebut turut meramaikan pawai yang melewati Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, dan berakhir di Rektorat.

Kegiatan ini merupakan awal rangkaian peringatan Hari Air Sedunia  yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Pengairan (HMP) FT UB dengan tema  Our Movement For Water and Us, Selasa (22/3). Selama pawai, mereka berhenti di setiap fakultas yang dilewati.

Lewat orasi, mereka menyampaikan pesan atas permasalahan air.  Di Rektorat perwakilan peserta berorasi menyerukan demokrasi atas air. Sesekali pamflet disebarkan.

“Memang menjadi kewajiban mahasiswa untuk peduli dan terjun langsung dalam memahami persoalan air serta segala aspeknya, tidak hanya menerima informasi dari orang lain,” ujar Aditya, salah seorang peserta.

Abdul Haris, Ketua Pelaksana kegiatan mengatakan, selain pawai, pihak panitia juga akan menyelenggarakan seminar swasembada air pada akhir rangkaian. Swasembada air dipilih sebagai langkah menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Hari Air sedunia diperingati setiap 22 Maret. Tahun ini, tema Water and Jobs. Tema tersebut diambil karena tiga dari empat kesempatan kerja secara global bergantung pada kebutuhan air.

Dilansir dari laman nationalgeographic.co.id (22/3) hampir setengah dari jumlah pekerja di dunia sebesar 1,5 miliyar orang bekerja di dalam pekerjaan yang memiliki hubungannya dengan air dan hampir seluruh pekerjaan bergantung pada air. Tema ini memperlihatkan bagaimana kuantitas dan kualitas air dapat mengubah kehidupan dan mata pencaharian, bahkan mengubah keadaan masyarakat serta ekonomi. (asr/miy/eff)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.