MALANG-KAV.10 Selasa pagi (9/2) atap Masjid Raden Patah (MRP) Universitas Brawijaya (UB) dipenuhi banyak orang. Mereka adalah jamaah sholat gerhana yang rela berdesakan ke atap untuk melihat gerhana matahari secara langsung.

Hal ini dikarenakan adanya kegiatan dari Astronomy Physics Club (APC) FMIPA UB bekerjasama dengan takmir masjid MRP untuk mengadakan pengamatan gerhana matahari total secara langsung. Gerhana menarik perhatian masyarakat sekitar karena selain fenomena langka dan hanya terjadi setiap 32 tahun sekali. Meski demikian, gerhana ini tidak boleh dilihat secara langsung. Saking antusiasnya, APC selaku panitia kesulitan mengatur peserta yaang melebihi batas

Siti Aminah Ketua APC mengatakan Kami sebenarnya membatasi antara 70-100, tapi kasihan juga ini fenomena langka”, ujarnya.

Menurut Mahasiswa Fisika ini, Pembludakan memang tak bisa dihindarkan. Masyarakat sangat tertarik melihat bersama karena ketidaksediaan alat untuk melihat.

Toh ini untuk masyarakat, sebenarnya tidak perlu dibatasi hanya perlu pengaturan lebih baik saja, tambahnya.

Di lain sisi, secara tidak langsung acara ini diapresiasi banyak pihak. Salah satunya Indra Mahasiswi Fakultas Teknologi yang pertama kali melihat gerhana matahari secara langsung.

Dulu saya pernah berusaha lihat tapi pakai baskom air sebagai cermin awalnya tapi ternyata gagal dan baru kali ini saya melihat gerhana matahari, jelasnya.

Saat melakukan pengamatan, APC menyiapkan 2 Teropong bagi peserta, namun salah satu teropong tersebut tidak bisa dipakai. Untuk menghemat waktu beberapa peserta melihat dengan kacamata gerhana dan filter buatan APC. Pada akhirnya semua peserta dapat melihat gerhana matahari dengan aman (krd/ziz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.