MALANG-KAV.10  Antrian panjang terjadi di TPS 19 Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP), Kamis (16/12). Sayangnya, tingginya antusiasme mahasiswa yang mengikuti Pemira kurang di dukung oleh sistem e-vote yang sempat mengalami kekacaun.

Velika Cecilia, salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi yang mengikuti Pemira mengatakan sempat terjadi gangguan pada dua jam pertama sebelum akhirnya petugas Panwaslu datang ke TPS untuk melakukan perbaikan.

“Tadi sempat terjadi gangguan dua jam pertama. Jadi data yang masuk selama waktu itu tidak dapat terekap. ‘Kan sayang, pemilihan suara yang dilakukan jadi terbuang,” ujar mahasiswi yang aktif di BEM FISIP tersebut.

Velika menyayangkan sistem e-vote pada komputer yang ter-restart otomatis saat komputer mati . “Kan kasihan mereka yang sudah memilih, apalagi kalau listrik mati.” Ia juga menambahkan akan lebih baik jika pada setiap TPS diberikan teknisi khusus untuk memantau jalannya e-vote sehingga gangguan dapat diminimalisir.

Muhammad Iqbal selaku Panitia Lokal (Panlok) mengakui bahwa antrian sempat membludak pada pukul 16.00 WIB. Di FISIP sendiri gangguan server sempat terjadi berulang kali sehingga menghambat jalannya proses pemilihan. “Tadi antriannya membludak sekitar jam empat, sampai ke luar gedung.” tuturnya.

Menurut Iqbal, jumlah suara yang masuk sampai dengan pukul 17.00 seharusnya bisa mencapai seribu lebih. Namun, karena terjadi gangguan server, data yang masuk hanya mencapai kurang lebih enam ratus suara. (sif/dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.