MALANG-KAV.10 Pemilihan Mahasiswa Raya (PEMIRA) calon presiden Eksekutif Mahasiswa dan Dewan Perwakilan Mahasiswa 2016  Universitas Brawijaya berlangsung serentak hari ini (16/12). Berbeda dari proses pemilihan sebelumnya kali ini untuk pertama kalinya voting dilakukan dengan menggunakan electronic vote (e-vote). Dengan metode ini, memungkinkan penghitungan suara yang lebih cepat dan efisien.

Achmad Chaiz, Ketua Pelaksana Pemira 2015 menjelaskan bahwa tahapan yang dilalui setelah melakukan voting elektronik tersebut adalah pengumpulan data. Pada tahapan ini perhitungan akan lebih cepat karena menggunakan data digital.

Database dari tiap tiap fakultas akan diakumulasi nanti sore. Karena ini sudah menjadi database, maka tidak perlu lagi ada penghitungan manual karena kita tinggal mengakumulasi saja.” jelasnya saat ditemui di Gedung Widyaloka.

Ia juga menambahkan bahwa, penghitungan hasil voting akan dilakukan sepenuhnya oleh pihak TIK UB. Panitia hanya melakukan pengawasan, dibantu oleh saksi tiap calon, panitia pengawas, dan panitia lokal tiap fakultas.

“Dan jika tidak ada kendala, nanti malam hasil dari voting akan bisa diketahui dan besoknya langsung dilakukan publikasi” ujar mahasiswa FPIK ini.

Risti, salah satu pemilih dari FPIK merasa sedikit canggung dengan hal baru ini. ia mengatakan bahwa tahun ini proses pemilihannya lebih sederhana dan lebih memanfaatkan teknologi dengan baik, namun ada juga hal yang mengganjal. “Tapi masih terasa asing karena belum pernah sebelumnya” tukasnya.

Sistem e-vote ini adalah hasil kerjasama antara Dewan Perwakilan Mahasiswa dengan pihak rektorat yang mengadaptasi dari dari kampus lain seperti Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Surabaya.  (rad/ znr /ziz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.