MALANG-KAV.10 Di pertigaan Jalan Untung Suropati, Minggu (22/11) pengendara sepeda motor tertimpa pohon tumbang. Lima hari sebelumnya pohon tumbang juga mengganggu perjalanan pengendara bermotor dan membuat kemacetan di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Peristiwa ini hanya beberapa dari banyak kasus pohon tumbang di musim hujan sekarang.

Masyarakat sebenarnya bisa melakukan pencegahan tumbangnya pohon. Bila menemukan gejala potensial yang memungkinkan pohon tumbang, masyarakat bisa mengajukan permohonan penebangan pohon kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang.

Humas DKP Kota Malang Sugeng S menjelaskan beberapa kriteria pohon yang layak untuk ditebang. Pada umumnya, penebangan dilakukan karena faktor usia pohon. DKP memilih pohon kemudian menebangnya. Pohon bekas penebangan akan digantikan dengan pohon baru. Pohon dengan waktu pertumbuhan relatif cepat, misalnya Akasia dipilih sebagai tanaman pengganti.

Masyarakat pun perlu mewaspadai pohon kering. Pohon semacam ini berpotensi tumbang manakala angin menerpanya. Pohon kering ini bisa menarik perhatian rayap dan hama lainnya untuk memakan batang pohon. Akibatnya batang pohon berlubang dan merapuhkan batangnya. Lubang-lubang pada batang ini menurunkan kekuatan pohon sehingga saat hujan berangin, pohon mudah patah dan tumbang. Pohon Akasia dan Randu contohnya.

Penurunan kekuatan pohon melawan angin merupakan faktor utama terjadinya pohon tumbang. Selain faktor alamiah di atas, ulah manusia juga mampu menurunkan daya tahan pohon. Dari hal sederhana seperti membakar sampah di sekitar pohon. Pembakaran bisa membuat batang pohon ikut terbakar. Bahkan hal sepele seperti buang air kecil di sekitar pohon turut mempengaruhi.

“Untuk pohon keras seperti Beringin, biasanya karena ulah manusia. Misalnya di alun-alun Kota Malang, tempat mangkal tukang becak,” ujar Sugeng.

Pengendara Sepeda Motor tertimpa pohon Tumbang

Seorang pengendara sepeda motor tertimpa pohon tumbang di pertigaan Jalan Untung Suropati, Kota Malang, Minggu (22/11). Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Korban mengalami luka lecet dan pendarahan di bagian kepala akibat tertimpa reruntuhan ranting pohon.

Saksi mata Hari Narno mengatakan Korban yang berumur sekitar 70 tahun ini sedang menuju arah Ksatrian menggunakan sepeda motor. Saat korban melintas, pohon seketika tumbang.

“Yang tertimpa batang pohon afalah motornya, sedangkan korban terkena ranting. Saat itulah helmnya terlepas dan kepalanya mengenai batu,” jelas Hari.

Korban masih sadarkan diri saat warga membantunya. Sepuluh menit kemudian pihak keluarga datang untuk menjemput korban dan segera membawanya ke rumah sakit. (yna/eff)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.