Malang-KAV.10 Setelah molor hampir setahun sejak selesai pembangunan Gedung Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pada November tahun lalu,  Senin (2/11) Rektorat secara resmi membuka penggunaan Gedung UKM yang menjadi satu paket dengan disahkannya penggunaan nama Gedung Kebudayaan Mahasiswa menggantikan nama Student Center.

Terkait alasan pengebutan peresmian gedung UKM, M. Bisri selaku Rektor UB menjelaskan perihal ketegasan dalam sistem penggunaan gedung yang terkesan lambat. “Sejak 4 Hari lalu, Saya sudah mendesak pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan gedung in.” ujarnya. Gedung yang telah selesai pada November 2014 terlihat lambat dalam penggunaannya dan dibutuhkan kebijakan tegas. “Ini sudah novermber, Irjen, BPK akan datang untuk inspeksi karena fisik telah selesai akhir 2014. Besok mahasiswa harus sudah diisi.” tukasnya.

Keseriusan Bisri terlihat pada niatnya untuk memantau secara intensif penggunaan gedung tersebut. “Kamis atau Jumat saya inspeksi untuk melihat sudah pindah apa belum,” ujarnya.  Terkait beberapa UKM yang belum mendapatkan ruangan dikarenakan ruang yang tidak mencukupi bagi seluruh UKM untuk menempati, Bisri mempertegas bagi tiap UKM yang tidak aktif untuk sesegara mungkin ditutup.

Pada sesi sebelumnya, Wakil Rektor II UB Sihabuddin telah menjelaskan laporan keuangan pembangunan yang bernilai hampir 4,17 Miliar ini. “Dalam dua tahap paket pembangunan total nilai kontrak adalah 1,76 M pada tahap pertama dan 2, 64 M pada tahap kedua,” ujar pria berkecama tersebut. Gedung empat lantai tersebut diharapkan dirawat baik-baik oleh mahasiswa melihat pentingnya perawatan gedung pelayanan mahasiswa tersebut.

Dari mahasiswa sendiri, berbagai keluhan tetap mengiringi persiapan penempatan UKM tersebut, Bunga Nur Azizah selaku perwakilan dari UKM Tegasz menjelaskan keluhan terkait ukuran gedung baru. “Gedung Baru terlalu sempit untuk UKM dengan anggota yang cukup banyak dibanding gedung lama,” ujarnya. Dari segi keamanan, tambahnya, UKM baru lebih baik dibanding gedung lama karena beberapa kali di gedung lama, beberapa UKM menjadi korban pencurian dikarenakan pengawasn yang lemah dari pihak keamanan (miy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.