LPM Aksara Terancam Diberedel

MALANG-KAV.10 Banyak konflik yang terjadi akibat bias penafsiran fakta dari informasi berita. Salah satunya, konflik antara LPM Aksara dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ilmu Keislaman (FIK) Universitas Trunojoyo Madura.

LPM Aksara diancam dibredel pasca selisih paham dengan DPM FIK. Dilansir dari lpm-aksara.blogspot.co.id, persoalan berawal dari munculnya surat kaleng di mading FIK yang mengkritik tentang fasilitas kampus.

Pada September silam, LPM Aksara menanggapi surat kaleng tersebut dalam bentuk esai yang dimuat di website.

DPM menganggap tulisan LPM Aksara menyalahi kode etik syariah dan dinilai mencemarkan nama baik fakultas. Oleh sebab itu di awal Oktober, DPM dan beberapa aliansi FIK meminta pihak dekanium untuk membubarkan LPM Aksara.

Dekanium memanggil LPM Aksara dan DPM untuk membuktikan argumen masing-masing. Hingga berita ini dimuat, belum ada klarifikasi lebih lanjut dari pihak dekanium.

Menurut Abdus Somad, Sekjen Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Nasional, awak Persma (pers mahasiswa) perlu mengambil pelajaran terkait maraknya tekanan dan pelarangan menulis berita di kampus.

Somad juga mengungkapkan bahwa munculnya larangan peliputan maupun ancaman pembredelan media oleh pihak kampus merupakan bentuk ketidakpahaman pihak-pihak di luar pers terkait cara menyelesaikan sengketa pers.

“Ada beberapa cara yang bisa ditempuh. Kawan-kawan mungkin dapat memakai cara edukasi. Misalnya teman-teman dapat memberikan pemahaman. Kita punya hak jawab, hak koreksi, itu yang tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu. Jika memang dirasa ada yang perlu dikoreksi, ya diberikan hak jawab,“ ujarnya.

“Sehingga ketika narasumber merasa dirugikan oleh pemberitaan yang tidak sesuai, maka hak jawab dapat diberikan dengan mempertimbangkan bukti yang ada.”

Lebih jauh, Somad melihat tekanan hingga larangan-larangan ketika meliput berita harus disikapi secara bijak oleh insan persma sebagai peringatan agar tetap teliti mencari data dan mengumpulkan informasi secara lengkap sebelum diberitakan.(bun/ain/aya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.