MALANG-KAV.10 Pasca rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Universitas (PKK-MU) Brawijaya, pedagang atribut ospek yang memadati area trotoar depan gerbang Veteran UB dari jauh hari sebelum dimulainya PKK-Maba, mulai meninggalkan lokasi.

Selain trotoar yang menjadi lengang, yang terjadi setelah perginya penjual atribut ospek adalah penumpukan sampah sisa pembuatan atribut ospek yang tersebar di sepanjang trotoar gerbang Veteran-BNI. Selain itu, banyak juga sisa tali dan iklan pembuatan atribut ospek yang masih melekat di pepohonan dan halte.

Dari pengamatan wartawan Kavling10 di lapangan, sisa-sisa sampah yang ditinggalkan oleh para pedagang itu tak ayal menimbulkan pemandangan yang tidak sedap bagi pengguna jalan Veteran, khususnya para pejalan kaki yang melewati trotoar tersebut.

Ketika dimintai keterangan, tiga pedagang yang terlihat sedang membereskan dagangannya menolak untuk diwawancarai dengan alasan sibuk memasukkan barang dagangannya ke dalam satu angkutan umum yang kemungkinan telah disewa khusus untuk mengangkut sisa dagangan.

“Maaf, kita mau buru-buru ini,” ujar seorang lelaki paruh baya yang disebut pedagang lain sebagai ‘juragan’.

Menurut Wakil Kepala Keamanan UB, Widodo, hal tersebut tidak bisa ditanggapi begitu saja oleh pihak keamanan UB dikarenakan perbedaan daerah kewenangan. “Itu daerahnya pemerintah (Pemerintah Kota Malang, red), dan yang berwenang adalah Satpol PP, bukan kami. Kami hanya mengawasi bagian dalam UB,” jelasnya.

Perihal semrawut-nya trotoar ketika pedagang atribut masih berjualan, otomatis juga bukan kewenangan pihak keamanan UB untuk menangani. “Kecuali apabila ada koordinasi dari pemerintah dan UB, baru mungkin kami bisa bertindak,” tambahnya. Hal itu juga dibenarkan oleh Rois, salah satu petugas keamanan gerbang Veteran. “Untuk yang di wilayah dalam kampus saja kita kekurangan orang,” katanya. (agm/aya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.