Malang-Kav.10 – Kabar duka menyelimuti klub sepakbola Arema. Suharno, sang pelatih tutup usia pada Rabu (19/8) lalu.

“Duka mendalam tidak hanya dirasakan oleh tim dan manajemen Arema, tetapi juga pendukung setia tim Singo Edan juga merasa kehilangan atas meninggalnya Suharno. Banyak kenangan manis yang terjadi antara almarhum dan Aremania,” tulis laman aremafc.com, (20/8).

Sebelum meninggal, Suharno sempat memimpin latihan pemain Arema di Stadion Kanjuruhan, Malang sore harinya. Usai latihan itu, dikutip dari kompas.com, Suharno merasakan sakit pada perutnya. I Made Pasek Wijaya, asisten pelatih Arema yang memberi tumpangan mobil, lantas membawanya ke Puskesmas Pakisaji.

Suharno akhirnya mendapatkan perawatan medis. Namun, sepuluh menit berselang, pada 20.00 WIB, Suharno menghembuskan napas terakhir. Dugaan sementara, Suharno mengalami serangan jantung.

Dari puskesmas, malam harinya, jenazah diantar menuju rumah duka di Sengkaling, Kabupaten Malang dan pada 22.00 WIB dibawa menuju Blitar.

Esok paginya, nuansa haru terasa di desa Jabung, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, tempat peristirahatan terakhirnya. Jenazah dimakamkan pada 10.30 WIB, Kamis (20/8). Pemakaman juga diikuti iring-irngan Aremania yang datang memberi penghormatan terkahir.

Dalam karir kepelatihannya bersama Arema,  Coach Onche, panggilan akrab Suharno, melatih Arema selama tiga periode berbeda: 1996/97, 2011/12, dan terakhir pada periode 2014.

Di musim 2014, dia berhasil mengantar Arema menjadi semifinalis Indonesia Super League dan menjuarai Inter Island Cup. Terakhir, dia membawa tim Singo Edan keluar sebagai juara Sunrise of Java Cup 2015. (aremafc/kompas/eff)

Sumber foto: http://msports.net/detailpost/kunci-sukses-suharno-bawa-arema-juara-bali-island-cup

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.