Penampilan Arif di Kota Tua, Jakarta Barat. (Dok. Dyah/Kavling10)
Penampilan Arif di Kota Tua, Jakarta Barat. (Dok. Dyah/Kavling10)

Jakarta – Kav.10 Wisata budaya Kota Tua Jakarta semakin diminati oleh wisatawan baik asing maupun lokal. Meskipun tidak seramai tempat wisata lain, namun besarnya animo masyarakat untuk mengunjungi wilayah bekas pemerintahan kolonial Belanda ini menjadi ladang rupiah tersendiri bagi Arief Sunandar.

Arif, sapaan akrab lelaki muda yang biasa ditemui di area Taman Fatahillah ini mengatakan bahwa sudah sejak tahun 2005 dia mencari nafkah sebagai pengamen di wilayah ini.

Pada awalnya, penghasilan pria kelahiran Cirebon dua puluh empat silam tak jauh berbeda dengan pengamen pada umumnya. Namun setelah memadukan kreatifitas dengan suara merdu yang dimilikinya, penghasilannya sebagai seorang pengamen justru meningkat dua sampai tiga kali lipat.

Arif mengkombinasikan petikan gitarnya dengan suara drum yang juga dimainkannya sendiri. Penampilannya pun menarik perhatian pengunjung. Tak hanya drum, sesekali dia juga memainkan harmonika di sela-sela alunan dari gitar dan drum yang di berada di belakang punggung lelaki berambut gondrong ini.

Bisa dikatakan, caranya tidak monoton seperti pengamen pada umumnya. Menariknya, ide Arif ini justru didorong oleh ogahnya dia untuk mendapatkan penghasilan yang hanya cukup untuk makan dua kali dalam satu hari.

“Saya ini males mbak, makanya saya cari-cari ide biar ngamen jadi lebih menarik, toh hasilnya juga lebih banyak kalo kaya gini,” tutur Arif. (dya/eff)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.