Malang – Kav.10 – Untuk mempererat hubungan dengan pers mahasiswa, panitia Raja Brawiajya 2015, membentuk lingkar pers sebagai wadah komunikasi awak pers dengan pihak panitia, Sabtu (27/6). Panitia tidak ingin permasalahan antara pihak panitia dan awak pers terulang lagi di PK2MU tahun ini.

Dua tahun lalu, awak pers mahasiswa kerap menemui hambatan dalam peliputan PK2MU. Kendala justru hadir dari panitia sendiri, seperti alotnya administrasi sampai penghalangan peliputan dan mewawancara narasumber. (Juros Kavling 10, 4 September 2013).

“Panitia terkesan menghalang gerak wartawan. Kita juga seperti dianggap sebagai organisasi ekstra sehingga distribusi media juga terkesan dipersusah,” ujar Iqbal Yunazwardi, wartawan Kavling 10, yang meliput PK2MU dua tahun lalu. Hambatan-hambatan serupa ini juga terjadi pada PK2MU tahun selanjutnya.

Namun, humas Raja Brawijaya 2015, ingin masalah tersebut tidak terjadi lagi. Nadya Veronica, Penanggung Jawab (PJ) Pers, menilai, panitia tidak memandang pers mahasiswa secara berlebihan.

“Pelanggaran yang dilakukan awak pers dalam peliputan, seperti melewati area steril, masih terbilangwajar,” katanya.

Karena itu, Nadya ingin membangun relasi dan komunikasi terhadap pers mahasiswa yang ada di UB, agar tidak terjadi kesalahpahaman dan bisa membantu kerja awak pers selama peliputan.

Butir-butir kesepakatan antara panitia dan pers sama seperti kesepakatan tahun lalu. (eff)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.