MALANG-KAV.10 Ujian Campuran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2015 yang dilaksanakan di Universitas Brawijaya (UB),Selasa (9/6).. Namun, dalam pelaksanaannya ditemukan tiga kendala pada calon mahasiswa baru yang mengikuti ujian di UB tahun ini.

Kendala yang pertama adalah berkurangnya jumlah peserta SBMPTN 2015 pada ketiga sesi. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari Humas Rektorat UB diketahui jumlah total keseluruhan peserta ujian adalah 4.323 orang, pada sesi pertama yaitu pukul 07.00-09.15 WIB Tes Kemampuan Dasar Sain dan Teknologi (TKD Saintek). Jumlah peserta yang tidak mengikuti ujian sebanyak 351 orang. Kemudian pada sesi kedua yaitu pukul 09.45-11.45 Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA) bertambah menjadi 352 orang, dan pada sesi ketiga yaitu pukul 13.00-14.30 WIB Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum) jumlah peserta yang tidak mengikuti uian meningkat menjadi 379 orang. Konsekuensi yang dihadapi oleh peserta yang tidak mengikuti ujian tersebut adalah tidak diterimanya di universitas yang telah mereka daftarkan sebelumya.

Kendala yang kedua adalah manipulasi yang dilakukan oleh salah satu peserta ujian, yaitu terkait pemalsuan tahun kelulusan SMA. Berdasarkan website SBMPTN 2015, https://sbmptn.or.id/, dalam point pertama persyaratan pendaftaran SBMPTN 2015 menyatakan bahwa siswa lulusan tahun 2013 dan 2014 harus sudah memiliki ijazah. Peserta tersebut merupakan lulusan SMA tahun 2012, namun pada pendaftaran dia memalsukan tahun kelulusan 2013. “Kami baru mengetahui hal tersebut pada saat sesi pertama berlangsung, dan memang kami biarkan” ujar Anang Sudjoko selaku perwakilan Humas Rektorat. Konsekuensi yang juga dihadapi oleh peserta ini adalah tidak diluluskannya ke universitas yang telah didaftarkan sebelumnya.

Kendala yang ketiga adalah terdapat salah satu peserta ujian yang hanya membayar uang pendaftaran sebesaar Rp 100.000,- pada bank Mandiri dan tidak melaksanakan pendaftaran ke tahap selanjutnya yaitu pendaftaran online, https://pendaftaran.sbmptn.or.id/ dan sehingga tidak mendapatkan nomor peserta ujian dan lokasi ujian. Hal ini juga dibenarkan oleh Anang Sudjoko dari laporan panitia FEB, “karena itu kesalahan individu sehingga dari kami tidak bisa berbuat apa-apa” tutur staf pengajar Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya tersebut.

Nantinya hasil ujian akan diumumkan pada hari Kamis 9 Juli 2015 mulai pukul 17.00 WIB dan dapat diakses di website resmi panitia http://sbmptn.or.id/ atau media cetak/online lainnya yang bekerjasama dengan panitia (rco/miy).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.