Pemateri sedang mengisi jalanya Diskusi Road to Museum Sejarah Kota Bandung. (foto: dok. Kavling10)
Pemateri sedang mengisi jalanya Diskusi Road to Museum Sejarah Kota Bandung. (foto: dok. Kavling10)

BANDUNG-KAV.10 Bertajuk Road to Museum Sejarah Kota Bandung, Museum Kota Bandung menyelenggarakan pameran foto dan diskusi bertema  sejarah Bandung, dan gerakan kebangsaan menjelang Konperensi Asia Afrika, Senin (27/4). Dipandu oleh narasumber dari pegiat studi Asia Afrika, diskusi tersebut berjalan santai dan konstektual.  Isu Bandung sendiri tak terlepas dari sebuah kota pengharapan dimana banyaknya pergerakan . “ Bandung menciptakan banyak kekuatan pergerakan nasional yang mungkin bukan hanya disengajakan , tetapi ada faktor kultural yang terjadi,” ujar Winto Hari selaku pegiat studi Asia Afrika dan mahasiswa Pascasarjana Hubungan Internasional Universitas Parahyangan (UNPAR).

D isisi lain, tanggung jawab  masyarakat Bandung terhadap masalah aktual Asia – Afrika sangat diperlukan. Hal ini dibutuhkan karena Bandung adalah  ibukota Asia Afrika seperti yang pernah dikemukakan mantan Perdana Menteri India, Jawaharlal Nehru. “Masalah aktual Asia Afrika sangat dibutuhkan , karena kita hanya mengetahui afrika tentang hal-hal negatifnya saja seperti ebola, boko haram, dan lain lainya,” ujar Haryo Kunto selaku pegiat Society of Asia Africa Studies (SAAS). Haryo menjelaskan bahwa tangung jawab besar dari kota ini.” Mengingat bahwa Bandung bukan hanya menjadi inspirasi bagi Indonesia, tetapi Inspirasi besar bagi rakyat Afrika juga,” ujar pria berambut plontos tersebut.

Diskusi tersebut sendiri mengarah pada bentuk penyatuan pendapat melihat bagaimana dalam melihat Asia-Afrika, Rakyat Indonesia khusunya Bandung tidak hanya melihat Asia Afrika dari sisi negatif sebuah benua, tetapi banyak hal positif yang patut untuk dikaji. “Pada masa saat ini, kekuatan ekonomi dari India, China dan Indonesia menjadikan suatu fakta bagaimana benua ini telah merangkak naik,” tukas Haryo. Acara ini sendiri bertempat di Gedung de Vries dan menjadi rangkaian acara bagi dua acara besar. Dua acara tersebut adalah Road to Museum Sejarah Kota Bandung dan 60th Asian African Conference Commemoration 2015. (miy/mg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.